web analytics

Masa Sih, Ilmu Pengetahuan Indonesia Belum Bisa Bersaing

clockSabtu, 1 Agustus 2015 16:54 WIB
Umum - Regional, Masa Sih,  Ilmu Pengetahuan Indonesia Belum Bisa Bersaing, ilmu pengetahuan, penemuan, amerika, singapura, jepang, israel, ITB, institut teknologi Bandung

Ilustrasi (http://www.newyorker.com)

 

Magelang- Negara Indonesia ternyata belum bisa menyaingi kemajuan  ilmu pengetahuan  dari negara-negara lain, seperti Amerika, Tiongkok, Jepang, dan Israel.

"Guna mengejar ketertinggalan di berbagai bidang ilmu pengetahuan, salah satunya diperlukan minat tinggi masyarakat, terutama minat generasi muda pada pengetahuan,"  kata peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Jorga Ibrahim , di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal tersebut sebelum menjadi pembicara pada Public Lecture di arena International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Balairung Pancasila kompleks SMA Taruna Nusantara Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

 "Saya mencoba menggerakkan kaum muda agar berminat pada bidang ilmu pengetahuan. Menggugah anak-anak SMA supaya punya minat untuk mengejar keterlambatan level keilmuan kita dari negara-negara maju," katanya.

 Ia menuturkan dengan menekuni bidang ilmu pengetahuan, tidak serta merta langsung membawa dampak dan keuntungan ekonomi pada diri seseorang. Manfaat ekonomi dari bidang ilmu pengetahuan bisa muncul dalam waktu yang cukup lama.

 Ia mengatakan sering manusia tidak sabar menunggu munculnya manfaat ekonomi itu, sehingga kurang berminat pada ilmu pengetahuan. Atas dasar itu, seseorang lebih memilih bidang yang lebih mudah menghasilkan manfaat ekonomi. "Mestinya kita mengubah cara pandang dengan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kebudayaan. Seperti yang terjadi di Israel, mereka menempatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari kehidupan sehingga ilmu pengetahuan lebih maju," katanya.

Di tingkat Asia, katanya, bidang keilmuan Indonesia tertinggal dari Singapura, Jepang, dan Tiongkok. Di Timur Tengah ada Israel dengan level keilmuan yang lebih maju. Ada pula negara dengan ilmu pengetahuan maju, seperti Eropa dan Amerika.

Negara-negara maju, katanya, selalu menempatkan ilmu pengetahuan sebagai kebudayaan dan menjadi bagian dari kehidupan.

 Menyinggung anak-anak Indonesia yang mendapat medali dari sejumlah olimpiade internasional bidang ilmu pengetahuan, dia mengatakan hal itu bisa menjadi stimulus yang baik agar anak-anak muda mempunyai minat pada ilmu pengetahuan.

Namun, katanya, untuk mendorongnya agar menekuni ilmu pengetahuan menjadi kehormatan dan martabat bangsa, dirasa masih berat.

"Tidak bisa santai untuk mengejar ketinggalan tersebut. Perlu waktu lebih dari 20 tahun untuk mengejar ketertinggalan. Jangan anggap ini sesuatu yang sepele. Kita harus menempatkan pengetahuan sebagai kebudayaan agar bangsa ini lebih terhormat," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 15:46 WIB

Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM level 4 sebagai upaya menekan mobilitas masyarakat dalam...

Umum - Regional, PPPKM Level 4 di Kota Tasik Dinilai Efektif, PPKM Level 4,PPKM Level 4 Tasik,Pemkot Tasikmalaya,Covid-19 Kota Tasikmalaya

Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:21 WIB

Ratusan pedagang kaki lima di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, memasang bendera putih di lapaknya masing-masing.

Umum - Regional, Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih, Bendera Putih,Bendera Putih di Puncak bogor,Puncak Bogor,Pedagang puncak Bogor

Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribu...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 12:34 WIB

Persatuan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat (Jabar) bekerja sama dengan Polda Jabar bersama Pimpinan Cabang Nahd...

Umum - Regional, Percepat Herd Immunity, PWNU dan Polda Jabar Gelar Vaksinasi Bagi Ribuan Santri, Vaksinasi Covid-19 Jabar,Target vaksinasi Jabar,vaksinasi santri Jabar,Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar,PCNU Kota Bandung,Polda Jabar

Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:24 WIB

Kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) sebanyak 622.432 kasus setelah bertambah 3.994 kasus pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Umum - Regional, Update Covid-19 Jabar 5 Agustus 2021: Kabupaten Pangandaran Terendah, Covid-19 Jabar,Data covid-19 jabar,Data Covid-19 Jabar terbaru,Update Data Covid-19 Jabar,data covid-19 jabar hari ini

ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor, membuat satu gerakan untuk membantu masyarakat Kota Bogor di masa pandemi Covid...

Umum - Regional, ASN Kota Bogor Udunan Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi, ASN Kota Bogor,pemkot bogor,Pandemi Covid-19,COVID-19,Dampak Covid-19

Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:12 WIB

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, untuk Kota Bogor kebijakan tersebut sukar diterapkan mengingat vaksinasi...

Umum - Regional, Bogor Belum Bisa Terapkan Kebijakan Kartu Vaksin Jadi Syarat Aktivitas , kartu vaksin  pelaku perjalanan,kartu vaksinasi Covid-19,Kartu vaksin Bogor,Bima Arya,Ade Yasin,Bogor

Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ri...

Regional Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:57 WIB

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum diberitakan mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 600 juta untuk penyewaan...

Umum - Regional, Wagub Jabar Habiskan Rp600 Juta untuk Sewa Helikopter, Ini Komentar Ridwan Kamil, Wagub Jabar Sewa Helikopter,anggaran sewa helikopter,Ridwan Kamil,Gubernur Jawa Barat,penyewaan helikopter,penyewaan helikopter Wagub Jabar

Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam K...

Regional Rabu, 4 Agustus 2021 | 20:35 WIB

Curah hujan yang kini mulai menurun membuat permukaan debit air di alitan Sungai Cianjur mulai menyusut.

Umum - Regional, Debit Air di Sungai Cianjur Mulai Menyusut, Lahan Pertanian Terancam Kekeringan, Debit Air,Sungai,Cianjur,Lahan Pertanian,Terancam Kekeringan,curah hujan,Kemarau

artikel terkait

dewanpers
arrow-up