web analytics
  

20 Kepsek Bandung Tetap Pergi Ke Cina

Rabu, 29 Juli 2015 16:58 WIB
Umum - Regional, 20 Kepsek Bandung Tetap Pergi Ke Cina, Kepala sekolah, cina, studi banding

CINA: Sebanyak 20 Kepala Sekolah di Kota Bandung yang akan pergi ke Cina berkumpul di SMKN 3 Bandung, rabu(29/7/2015) sore. (job/rauf/ayobandung)

 

Bandung- Hari ini, Rabu(29/07/2015) sebanyak 20 lebih Kepala Sekolah se-kota Bandung akhirnya tetap berangkat ke Cina pada Rabu sore(29/07/2015) untuk studi banding. Sebelumnya para aktivis pendidikan menilai jika kepsegian para kepala sekolah itu tidak layak.

Sebelumnya dijadwalkan para kepala sekolah itu akan dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, namun urung dilakukan.

“Katanya Kepala Dinas Pendidikannya ada keperluan, lagian kita disini hanya kumpul saja bukan untuk perlepasan,” ujar Kepala Sekolah SMKN 8 Bandung, Euis Purnama yang ditemui saat menaiki bus menuju bandara di SMKN 3 Bandung, Jalan Selontongan.

Tidak ada ritual khusus atas kepergian ke China, mereka hanya mendapat pengarahan sebelum berangkat ke SMKN 3 Bandung dari pihak disdik.

Euis menyebutkan kegiatannya nanti di Cina selain studi banding juga akan mengunjungi tempat wisata pagoda miring dan ke sanghai.

"Nanti di sana ada pertemuan internasional yang membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan, dan mengunjungi beberapa tempat wisata juga" ujarnya.

Beberapa keluarga terlihat mengantarkan para kepala sekolah itu, dan melepas mereka pergi.

Sebelumnya Ketua Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Dwi Subawanto mengatakan jika kepergian beberapa kepala sekolah di Kota Bandung sangat tidak layak terutama di momen pendidikan Kota Bandung yang sedang karut-marut.

"Kepergian Kepsek kami nilai sangat tidak layak momentumnya dan kalau ternyata itu biaya dari iuran SPP(Sumbangan Pendidikan Perbulan) atau DSP(Dana Sumbangan Pembangunan) atau ada anggaran di Rancangan Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS). Maka Walikota Bandung harus membatalkan kepergian mereka," ujar Ketua Forum Orang Tua Siswa(Fortusis) Dwi Subawanto, beberapa waktu lalu.

Dwi juga menegaskan jika Wali Kota Bandung ataupun Disdik harus  menjelaskan ke publik tentang biaya yang dibebankan kepada Kepsek untuk pergi ke Cina.

"Anggaran yang dipergunakan berasal dari mana apakah dari APBD, RAKS atau pribadi, ini harus dijelaskan sumbernya dari mana," terangnya.

Ia berharap jika penyelengara pendidikan bisa terbuka dalam menjelaskan berbagai hal terutama yang berhubungan dengan publik dan anggaran sekolah. "Jangan seperti sekarang sudah menjelaskan RAKS sekolah dan tidak mau diketahui publik," tegasnya.(*)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers