web analytics
  

Dapat Untung Ratusan Ribu Dari Janur

Kamis, 16 Juli 2015 20:30 WIB
Umum - Regional, Dapat Untung Ratusan Ribu Dari Janur, ketupat, lebaran, untung

Salah satu ketupat buatan Unah, yang dijual seharga lima ribu rupiah per ikat. (Mega/ayobandung)

Bandung- Ketupat membuat pasangan Ugir dan Unah bisa ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dengan membuat dan berjualan ketupat, mereka bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan ribu rupiah.

Sejak Selasa (14/7/2015) lalu, 1.500 lembar janur yang dibawa Ugir dari Sumedang sudah terjual kepada pembeli yang akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Ratusan ribu rupiah sudah siap mereka bawa pulang ke kampung halaman.

Meski sudah membuat ratusan ikat ketupat, Ugir masih menyisakan ribuan lembar janur. Janur-janur sisa itu kemudian dia ikat jadi satu. Rencananya dia akan membawanya kepada penjual ketupat sayur yang pasti akan membelinya.

“Mau saya jual seratus ribu rupiah ke Orang Padang, saya yakin pasti terjual. Mereka selalu membutuhkan janur untuk membuat ketupat meski bukan Lebaran,” katanya kepada ayobandung.

Hasil berjualan sisa janur itu menurut Ugir bisa menambah penghasilan Ugir dan Unah untuk menyambut Idul Fitri di Sumedang.

Berjualan ketupat sudah Ugir lakukan sejak dia masih tinggal di Bandung. Hanya saja, ketika itu dia tidak menjualnya saat Lebaran. Ketupat-ketupat buatannya hanya dia jual ketika sang nenek menerima pesanan.

Tradisi makan ketupat saat Lebaran, menjadikan Ugir sebagai pedagang musiman. Pria yang sehari-hari berjualan di pasar itu mengaku selalu mendapat untung yang lebih besar ketimbang pekerjaannya sehari-hari. Terlebih, barang-barang yang dia jual di pasar hanya barang titipan.

Meski begitu, untung yang didapat Ugir saat ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Menurut kakek lima cucu itu, dia masih bisa merasakan untung yang sangat banyak ketika menjual ketupatnya dengan harga 25 rupiah per ikat.

“Kalau sekarang mah, dapat tiga ratus ribu rupiah saja sudah lumayan. Dulu waktu harganya masih 25 perak, saya bisa dapat untung banyak dan beli banyak barang,” ujar pria berusia 60 tahun itu.

Ugir memang sudah berjualan ketupat sejak tahun 1971. Ketika uang sebesar 25 rupiah masih berharga. Saat ini, Ugir menghargai ketupat-ketupat buatannya sebesar lima ribu rupiah per ikat. Tapi harga itu bisa turun, jika janurnya sudah berubah warna.

Meski mengaku tidak mendapat keuntungan dalam jumlah banyak, Ugir dan Unah tidak pernah absen berjualan ketupat. Terutama ketika menjelang Lebaran. Dalam satu tahun, keduanya selalu selalu ke Bandung dua kali. Menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha.

Kawasan Pasar Cihaurgeulis di Jalan P.H.H Mustopha kerap menjadi tempat favorit keduanya untuk membuka lapak. Di depan salah satu tempat sablon, keduanya menjalin janur-janur yang dibeli dari salah satu petani Sumedang. Di tempat itu pula keduanya tidur, sahur, dan berbuka.

Keduanya baru kembali ke Sumedang satu hari menjelang Lebaran. Membawa untung hasil menjual janur dan ketupat untuk menyambut Lebaran. (mega)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Mega Anggraeni

artikel terkait

dewanpers