web analytics
  

Emil: Adopsi Saja Teknologi Taksi Uber

Rabu, 15 Juli 2015 05:33 WIB
Umum - Regional, Emil: Adopsi Saja Teknologi Taksi Uber, taksi, uber,bandung, wali kota, ridwan kamil,

ilustrasi (http://amanz.id)

 

BANDUNG- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menyebutkan agar taksi di Bandung harus miliki inovasi baru jika tidak ingin kalah bersaing dengan taksi uber. Bahkan menurutnya pengusaha taksi bahkan harus mengadopsi teknologi yang digubakan Uber jika ingin ada persaingan dalam moda taksi.

“Jika tidak ingin kalah bersaing perusahaan taksi harus punya inovasi baru. Kita harus bisa beruah jika ingin kalah dari taksi baru," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Seperti diketahui, baru-baru ini di Kota Bandung sudah berkembang taksi Uber yang berbasis teknologi, yakni dengan menafaatkan aplikasi smart phone, penumpang bisa memesan dimana saja. Hal ini memicu kekawatiran taksi yang ada di Kota Bandung.

Meski tak mengantongi ijin resmi, namun Emil  sapaan Ridwan Kamil ini meminta agar taksi uber ini bisa mendorong para pengusaha taksi di Kota Bandung untuk mampu bersaing. Terutama dalam mengadopsi teknologi pemesanan serta kemudahan-kemudahan lain yang dikembangkan oleh taksi Uber.

Menurut Emil banyak keuntungan yang diberikan oleh taksi Uber. Selain murah karena bentuk usahanya adalah 'sharing economy', taksi Uber juga lebih tepat perhitungan pembayarannya. "Bisa persis sama kan, bagus," tambah. Emil,

Sebenarnya, lanjut Emil, di Bandung sudah ada perusahaan taksi yang mencoba mengadopsi teknologi ini, yaitu taksi RinaRini. Namun, untuk mengetahui kebutuhan transportasi umum di Kota Bandung, Emil mengatakan harus diadakan seminar khusus mengenai hal ini.

“Di mana semua stakeholder di undang, termasuk masyarakat pengguna jasa transportasi umum. Kita juga harus tahu keluhan warga, agar pengusaha transportasi bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambahhnya.

Menurut catatan ITB, lanjut Ridwan Kamil, hanya  25 persen warga Bandung yang naik kendaraan umum. 75 persennya menggunakan kendaraan pribadi. Keberadaan taksi Uber menurut dia masih abu-abu karena belum tentu juga taksi Uber mengambil jatah 25 persen pengguna transportasi massal.

"Sehingga pertanyaannya apakah inovasi-inovasi baru ini mengambil jatah 25  persen atau sebenarnya sedang menarik 75 persen si kendaraan pribadi, kita kan enggak tahu kalau tidak dipaparkan secara benar," tandasnya.(anjani)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers