web analytics
  

19.705 Guru Swasta Bandung Terancam Nganggur

Jumat, 10 Juli 2015 21:42 WIB
Umum - Regional, 19.705 Guru Swasta Bandung Terancam Nganggur, PPDB, kolaps, sekolah, negeri,guru, swasta,terancam, nganggur,rombongan belajar,

ilustrasi

 

Bandung- Dampak kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) yang dikeluarkan Wali Kota Bandung untuk menambah rombel(rombongan belajar) di semua sekolah negeri, ternyata mengancam 19.705 guru honor di swasta.

“Bagaimana tidak hingga saat ini baru sekitar 20 sekolah swasta yang terisi, sementara sisanya 80 persen terancam kolap karena adanya penambahan kuota rombel sekolah negeri. Itu artinya sebanyak 19.705 guru di sekolah swasta terancam menganggur karena tidak ada murid di sekolahnya,” ujar Kepala Badan Musyawarah Pendidikan Swasta(BMPS), Said Sediohadi, di Jalan galunggung, Jumat(10/7/2015).

Hal tersebut tentu cukup meresahkan dikalangan sekolah swasta yang ada di kota Bandung. Said yang didampingi kepala Sekolah SMA YWKA, Ahmad Faisal menyebutkan jika saat ini sekolah swasta banyak bangku kosong.

“Rata-rata sekolah-sekolah ini yang berada di grade menengah ke bawah, karena memang kalau di hitung di sekolah swasta grade atas ya hanya 20 persen. Tahun ini penurunannya cukup drastis dibandingkan tahun lalu,” ujar Faisal.

Faisal mengatakan sekitar 3.128 bisa kolaps tahun ini jika pemerintah dan Dinas Pendidikan Kota bandung tidak melakukan kebijakan apapu.

“Rata-rata mereka kehilangan siswa hingga 60 persen. Jumlah yang kolaps mencapai 85 sekolah,” paparnya.

Untuk tingkat SMA dicontohkan Faisal swasta di Kota Bandung 139 sekolah, hanya 27 sekolah ada di rata-rata atas. Sisasnya menengah, “Disekolah saya saja biasanya kotanya bisa terpenuhi, sekarang yang mendaftar baru sekitar 40 orang yang mendaftar padahal kami memiliki kuota sekitar 130 siswa," keluhnya.

Menurutnya, saat rapat awal pekan ini, tadinya sekolah swasta merasa optimis tidak akan kekurangan siswa. Pasalnya, sekitar 1.600 siswa pemakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bodong tidak dapat mendaftar ke sekolah negeri. Artinya, kursi yang ditargetkan akan terisi.

"Tapi kenyataannya tidak. Apalagi pernyataan Pak Wali terhadap 1.600 SKTM bodong itu tidak terbukti di pihak kepolisian," tegas Said.(yatti)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers