web analytics
  

Pemkot Tak Data Warga Bandung 3 Tahun

Kamis, 9 Juli 2015 13:29 WIB
Umum - Regional, Pemkot Tak Data Warga Bandung 3 Tahun, Pemkot, data, kota bandung, warga, yustisi, disdukcapil

OPERASI: Disdukcapil aat melakukan operasi yustisi.(http://disdukcapil.bandung.go.id)

 

Bandung- Ternyata sudah tiga tahun ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung tidak melakukan pendataan warga sementara selama tiga tahun, hal tersebut lantaran terhalang aturan yang ada.

"Jadi selama tiga tahun ini, kami memang tidak melakukan pendataanterhadap warga sementara dan pendatang. Sehingga, kami tidak tahu pasti berapa jumlah penduduk sementara," ujar Kepala Bidang Pengendalian Disdukcapil Kota Bandung Edi Zen, kepada wartawan Kamis(9/7).

Edi mengatakan, peraturan yang selama ini menjadi ganjalan adalah Perda No 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan kependudukan. Dalam perda tersebut, tidak mengharuskan pendatang bikin surat kependudukan, sehingga sulit melakukan pendataan.

"Sekarang, kita akan melakukan revisi terhadap perda tersebut, sesuai dengan perundang-undangan. Kalau suddah dilakukan revisi, maka akan bisa didata mana yang pendatang mana yang bukan. Sehingga bisa dilakukan pemetaan," paparnya.

Untuk sementara, lanjut Edi, untuk mengendalikan arus urbanisasi menjelang Idul Fitri, pihaknya hanya akan melakukan sosialisasi kepada para pemudik. Agar mereka tidak membawa saudaranya ke Kota Bandung.

"Kalaupun, akan membawa saudara, diingatkan, untuk membawa identitas dan dokumen diri lengkap, dan yang terpenting, adalah memiliki tujuan," tambahnya.

Sosialisasi akan dilakukan dua kali, pertama menjelang mudik pada 13 Juli dan 14 Juli. Yang kedua pada saat kedatangan para pemudik, yaitu pada 24 Juli dan 25 Juli.

"Kami memberikan sosialisasi di lima titik kedatangan diantaranya, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, dan Terminal Cicaheum," tambahnya.

Edi mengakui, pihaknya tidak bisa menekan kedatangan para kaum urban.Pasalnya, Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata, kota jasa sehingga merupakan kota terbuka.

"Jadi yang bisa kita lakukan hanya sosialisasi. Mengingat dari tahun ke tahun selalu ada penambahan kedatangan para kaum urban" katanya.(anjani)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers