web analytics
  

Apa, AirAsia Indonesia akan Tutup?

Kamis, 9 Juli 2015 08:14 WIB
Umum - Regional, Apa, AirAsia Indonesia akan Tutup?, air asia, penerbangan, indonesia, ditutup, kurang, modal

ilustrasi (http://www.airasia.com)

 

Jakarta- Penerbangan murah Air Asia di Indonesia diprediksi akan tutup, selain air asia ada 13 maskapai lainnya juga yang diprediksi akan tutup. Hal itu lantaran modal air Asia kurang Rp 3 triliun dari ketentuan Kementrian Perhubungan.

Kementrian Perhubungan kabarnya menemukan 13 maskapai penerbangan di Indonesia yang memiliki modal minus. Itu didasarkan pada laporan keuangan tahun lalu sudah diaudit akuntan publik dan wajib diserahkan maskapai penerbangan selambatnya 30 Juni 2015.

Dari 13 maskapai ini, terselip nama AirAsia Indonesia. AirAsia merupakan satu satunya maskapai kekurangan modal yang terdaftar di bursa saham yaitu di Malaysia, mereka kabarnya kekurangan modal Rp 3 triliun dari syarat yang dikeluarkan Kementrian Perhubungan.

Prediksi ditutupnya Air asia setelah ada tenggat waktu yang ditetapkan Kemenhub untuk menambah modal tersebut yakni hingga 31 Juli.

 Pengamat penerbangan Maybank-KimEng, Mohshin Azis seperti di lansir dari Merdeka di Jakarta mengatakan maskapai AirAsia tidak akan bisa mendapatkan tambahan modal hingga waktu yang ditentukan pemerintah Indonesia yaitu pada 31 Juli 2015 mendatang."Tidak ada yang bisa memenuhi tenggat waktu yang ditentukan pemerintah termasuk AirAsia," ucapnya, Rabu(8/7/2015).

Memburuknya kondisi keuangan AirAsia Indonesia mempengaruhi saham maskapai di Malayasia. Pasalnya, 49 persen saham PT Indonesia AirAsia dimiliki oleh AirAsia (induk usaha).Perdagangan hari ini, saham AirAsia anjlok 13,4 persen. Saham AirAsia berada di posisi terendah sejak 2010 silam.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menemukan 13 maskapai penerbangan memiliki modal minus. Itu didasarkan pada laporan keuangan tahun lalu sudah diaudit akuntan publik dan wajib diserahkan maskapai penerbangan selambatnya 30 Juni 2015.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Moh. Alwi, Adapun ketiga belas perusahaan penerbangan dimaksud terdiri dari lima maskapai niaga berjadwal, lima maskapai sewaan, dan tiga maskapai kargo. Yaitu, Indonesia AirAsia, Batik Air, TransWisata Prima Aviation, Eastindo Services, Survei Udara Penas, Air Pasifik Utama, JohnLin Air Transport, Asialink Cargo Arline, Ersa Eastern Aviatio, Tri MG Intra Airlines, Nusantara Buana Air, Manunggal Air Services, dan Cardig Air

Atas dasar itu, Kemenhub meminta ketiga belas maskapai penerbangan tersebut untuk menambah modal selambatnya 31 Juli 2015. Jika lewat dari tenggat waktu itu, maskapai penerbangan bakal dikenakan sanksi suspen izin usaha atau tidak bisa beroperasi lagi.(*)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 22:42 WIB

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mengonfirmasi kemunculan klaster penyebaran Covid-19 di lingku...

Umum - Regional, Lagi, Klaster Pesantren Muncul di Garut, Satgas Covid-19 Kabupaten Garut,Klaster Pesantren,Pemkab Garut,Santri Positif Covid-19

Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:29 WIB

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur akan menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Herman Suherman-Tb Mulyan...

Umum - Regional, Setelah Tetapkan Herman-Tb Mulyana Menang, KPU Cianjur Lakukan Ini, KPU Cianjur,Herman Suherman-Tb Mulyana

Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 20:04 WIB

Tidak membuang waktu lagi, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang sudah ditetapkan sebagai pemenang Pemilihan Bupati da...

Umum - Regional, Usai Ditetapkan, Herman Panggil Kepala OPD Jalankan 100 Hari Kerja, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Program 100 Hari Kerja

Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:35 WIB

Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Kota Tasikmalaya yang rencananya datang pada Jumat (22/1/2021) ternyata masih belum datang...

Umum - Regional, Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Kota Tasikmalaya Belum Datang, Vaksin Covid-19 Kota Tasikmalaya,vaksin Covid-19 Sinovac,Vaksinasi Covid-19 di Kota Tasikmalaya

Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangk...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 19:06 WIB

Kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2018 di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya, terus bergulir...

Umum - Regional, Dugaan Korupsi Dana Hibah, Bendara KONI Kota Tasikmalaya Jadi Tersangka, KONI Kota Tasikmalaya,Korupsi Dana Hibah

Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur...

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:35 WIB

Pekerja pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, abai keselamatan kerja dan protokol kesehatan....

Umum - Regional, Abaikan Keselamatan Kerja, Kontraktor Pembangunan Gedung Setda Cianjur Terancam Sanksi, Pembangunan Gedung Setda Cianjur,Dinas PUPR Kabupaten Cianjur

Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan agar Vaksinasi COVID-19 Lebih Cepat

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 18:31 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, saat ini, pihaknya intens membuat skenario penyuntikan vaksin COVID-19. Tuj...

Umum - Regional, Jabar Siapkan Skenario Penyuntikan agar Vaksinasi COVID-19 Lebih Cepat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,skenario penyuntikan vaksin COVID-19,Vaksinasi Covid-19 di Jabar

Insiden Tebas Tangan di Cianjur Bermotif Sakit Hati

Regional Jumat, 22 Januari 2021 | 16:58 WIB

Pelaku ditangkap di daerah Sukabumi.

Umum - Regional, Insiden Tebas Tangan di Cianjur Bermotif Sakit Hati, pembacokan Cianjur,penebasan tangan Cianjur,Berita Cianjur,Cianjur

artikel terkait

dewanpers