web analytics
  

Afirmasi Belum Tuntas, Jalur Akademis PPDB Diperpanjang

Sabtu, 4 Juli 2015 23:31 WIB
Umum - Regional, Afirmasi Belum Tuntas, Jalur Akademis PPDB Diperpanjang, PPDB, perpanjang, akademis, afirmasi, belum tuntas, kebijakan, wali kota bandung, ayo bandung, ridwan kamil

PENDAFTARAN: Situasi pendaftaran di SMAN 5 Bandung, Wali Kota mengeluarkan kebijakan memperpanjang PPDB Akademis hingga 9 Juli mendatang.(yatti/ayobandung)

 

Bandung- Ternyata deadline Jumat(3/7/2015), kemarin tak cukup menggeretak para orang tua yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu untuk mundur. Alhasil Wali Kota Bandung pun akhirnya mengeluarkan kembali kebijakan baru untuk jalur akademis yakni perpanjangan masa pendaftaran hingga 9 Juli Mendatang.

“Masa pendaftara siswa ke sekolah baru akademis akan diperpanjang, dikarenakan banyak pendaftar yang menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) palsu mundur," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sabtu(4/7).

Hingga brita ini diturunkan, Sudah hampir 1.500 mundur secara sukarela sementara tim polisi pun masih bergerak sampai dengan hari Rabu dan Kamis depan.

Emil mengaku sebetulnya sudah banyaknya pendaftar melalui jalur non-akademik yang mundur dikarenakan takut berurusan hukum dengan pihak Kepolisian. Hal tersebut juga membuat kuota bangku sekolah melalui jalur akademik bertambah.

"Hari kamis akan banyak kursi kosong akibat orangtua dengan SKTM bodong mundur. Maka kembali hak akademik normal bisa ikut lagi," ujarnya.

Emil memastikan bakal lebih banyak lagi peserta non-akademik dengan SKTM palsu yang mundur. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum melakukan verifikasi ke rumah-rumah pengaju SKTM.

"Pendaftaran akademik mundur, passing grade juga pasti turun dan kursi akademik melonjak naik lagi," tandasnya.

Sementara itu, membludaknya siswa yang mendaftar melalui jalur afirmasi membuat disdik harus kerja keras untuk melakukan ferivikasi, salah satunya dengan melibatkan kepolisian dan juga mengeluarkan istilah afirmasi toleransi.

"Setelah melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala Sekolah di Kota Bandung, maka kami akhirnya menyepakati selain melakukan klarifikasi secara rendom sampling juga mengeluarkan istilah afirmasi toleransi," ujar Kadisdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana, Sabtu(4/7/2015).

Dikatakannya, istilah afirmasi toleransi adalah istilah untuk pengguna SKTM yang di daerah abu-abu. "Artinya mungkin kalau melihat kondisi rumah layak, namun ketika anaknya banyak beberapa orang yang sekolah mungkin akan berat dan membebani orang tua sehingga itu salah satu yang kami toleransi," ujarnya.

Selain itu disdik juga mengeluarkan istilah toleransi afirmasi, yakni yang berpatokan kepada kondisi rumah,"Kalau rumahnya ubinya tanah,dan dindingnya kayu itu jadi prioritas kita tp kami juga memberikan toleransi untuk yang menggunakan SKTM yang rumahnya bertipe 36 tapi tak bertingkat dan tak memiliki kendaraan apapun," jelasnya.(anjani/yatti)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers