web analytics
  

Waduk Jatigede, Problem Kemanusian Baru di Indonesia

Jumat, 3 Juli 2015 22:16 WIB
Umum - Regional, Waduk Jatigede, Problem Kemanusian Baru di Indonesia, jarigede, kemanusian,indonesia, Tim Advokasi, aliansi, rakyat

ilustrasi (http://kkcdn-static.kaskus.co.id)

 

Bandung- Tim Advokasi Aliansi Rakyat Jatigede menilai rencana penggenangan Waduk Jatigede pada 1 Agustus 2015 mendatang akan meningkatkan angka kemiskinan di Indonesia. Alhasil Jadigede diperkirakan akan menjadi salah satu problem kemanusiaan di Indonesia.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Arip Yogiawan mengatakan pada dasarnya orang terkena dampak (OTD) pembangunan Waduk Jatigede tidak menolak adanya waduk di wilayah tersebut. Terlebih, mereka menilai pembangunan yang sudah direncanakan sejak tahun 80 an itu untuk kepentingan umum.

“Tapi bukan berarti keluhan-keluhan mereka tidak ditanggapi,” katanya kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Jalan Rereng Wulung No. 33.

Yogi menegaskan, penggenangan Waduk Jatigede akan memiliki dampak yang luar biasa besar. Terutama jika pemerintah tidak menanggapi dengan baik keluhan-keluhan yang sudah disampaikan para OTD pembangunan Waduk Jatigede.

“Jika pemerintah memaksakan, mereka akan membuat masalah kemanusiaan baru dan menambah angka kemiskinan di Indonesia,” cetusnya.

Menurutnya, untuk membangun kepentingan umum pemerintah tidak harus mengorbankan 11 ribu kepala keluarga yang tinggal di wilayah calon genangan. Terlebih, pihaknya sudah mengajukan judicial review kepada Mahkamah Agung atas Perpres Nomor 1 Tahun 2015, Tentang Dampak Sosial Kemasyarakatan Pembangunan Waduk Jatigede.

Dia meminta pemerintah menunggu hasil judicial review sebelum melakukan penggenangan di Waduk Jatigede.

“Pemerintah selalu meminta warganya untuk menghormati hukum, jadi seharusnya pemerintah juga menghormati judicial review yang diajukan masyarakat kepada MA,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yogi mengatakan pihaknya sedang menyusun strategi lain jika judicial review yang mereka ajukan tidak mendapat tanggapan dari Mahkamah Agung. “Saat ini fokus ke sini dulu, langkah lain bisa berupa gugatan. Tapi kita tunggu dulu hasilnya,” pungkasnya.(mega)

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers