web analytics
  

Rindu Cilok dan Keluarga

Rabu, 1 Juli 2015 22:59 WIB Editor Ayobandung
Gaya Hidup - Kuliner, Rindu Cilok dan Keluarga, ramadan

Tinggal lama di Toronto membuat Owie merindukan keluarga dan jajanan jalanan Bandung. (dok. Facebook)

Sudah empat kali, Owie menjalankan puasa di Toronto, Canada. Sejak itu pula, dia meninggalkan jajanan-jajanan favoritnya di Bandung, yang marak ketika Ramadan tiba. Padahal, lidah Indonesianya mendambakan makanan jalanan itu untuk berbuka.

Sebagai gantinya, Owie memasak sendiri menu berbukanya. Biasanya, candil dan kolak menjadi menu wajibnya. Meski tidak tinggal di Indonesia, candil bisa dibuat dengan mudah. Meski harga bahan pokoknya terlalu mahal.

“Ada mini market Indonesia di sini, banyak menyediakan bahan-bahan dan makanan dari Indonesia, termasuk ubi,” kata pemilik nama lengkap Novianti Wiereka ini kepada ayobandung.

Hanya saja, untuk ke mini market Indonesia itu Owie harus menempuh perjalanan cukup jauh. Jadi, hanya sesekali saja dia membeli ubi untuk dijadikan candil. Sebagai gantinya, dia belanja di Chinese Market, yang jaraknya bisa ditempuh dengan jalan kaki dari apartemennya.

“Di Indonesia, enak. Mau apa pun bisa langsung beli, di sini harus bikin dulu. Bikinnya berjam-jam, makannya cuma lima menit,” tambahnya.

Owie tidak pernah menjadikan urusan makanan sebagai kendala selama menjalani puasa di Canada. Jika rindu jajanan Bandung, dia tinggal membeli bahan-bahannya dan membuatnya. Baginya, hal tersulit yang harus dia lewati adalah perbedaan waktu.

Jika di Indonesia, dia hanya menahan lapar selama kurang lebih 14 jam. Di Canada dia harus menahan lapar dan haus sejak pukul empat subuh hingga pukul sembilan malam. Karena saat ini sedang musim panas, artinya matahari tenggelam tiga jam lebih lama.

“Puasa sekarang udah bolong tiga kali, ngga kuat soalnya,” imbuh Owie.

Sambil menjalankan ibadah puasa di negeri orang, sesekali Owie mengingat keluarganya. Maklum, sudah delapan kali dia melewatkan Ramadan jauh dari ayah, ibu, dan adiknya. Sedih selalu membayanginya, ketika mengingat keluarganya.

Saat ini, keinginan terbesar perempuan kelahiran Palembang 31 tahun lalu ini hanya berkumpul kembali bersama ayah, ibu, dan adiknya di Bandung. Melewati Ramadan dan Lebaran bersama keluarga terdekat.

“Dulu memang ingin kerja di luar negeri, sekarang inginnya di Indonesia biar bisa kumpul lagi sama keluarga,” pungkas ibu satu anak ini. (mega)

 

 

Tag
Editor: Editor Ayobandung

artikel terkait

dewanpers