web analytics
  

Delapan Ramadan Di Tiga Negara

Rabu, 1 Juli 2015 14:59 WIB
Umum - Regional, Delapan Ramadan Di Tiga Negara, puasa di luar negeri, ramadan, lebaran, ramadan di tiga negara

Novianti Wiereka, sejak lulus kuliah hanya sekali dia merasakan Ramadan dan Lebaran bersama keluarga. (dok. facebook)

Sudah  sembilan tahun, Owie tinggal jauh dari tanah kelahirannya. Sudah delapan kali puasa dan lebaran dia lewatkan tanpa keluarga besarnya. Kini dia hanya berharap bisa kembali berkumpul bersama ibu, ayah, dan adik lelakinya di Bandung.

Sejak menyelesaikan kuliahnya di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) pada 2005 silam, Owie langsung berangkat ke Dubai. Bekerja di salah satu hotel berbintang sebagai pastry chef, sesuai dengan bidang yang dia tekuni kala duduk di bangku kuliah. Lima tahun lamanya, Owie berada di negara terpadat di Uni Emirat Arab itu.

Dubai bukan satu-satunya negara yang disinggahi oleh ibu satu anak itu. Dubai jugalah yang menjadi awal Owie melewatkan Ramadan dan Lebaran bersama keluarganya di Bandung. Karena sejak meninggalkan Dubai, Owie melanglangbuana hingga Toronto, Canada.

“Setiap pindah negara, sempat pulang ke Indonesia. Kangen sama Mama,” katanya kepada ayobandung, saat dihubungi email.

Meski begitu, Owie tidak pernah bisa tinggal berlama-lama di kota tempat dia tumbuh. Dia hanya menetap paling lama tiga bulan, sebelum kembali terbang meninggalkan Indonesia menuju negara yang membutuhkan tenaganya.

Usai menuntaskan pekerjaannya di Dubai, Owie melanjutkan perjalanannya ke Aitutaki. Salah satu dari lima belas pulau di Cook Islands. Letaknya tidak terlalu jauh dari benua Australia. Di salah satu surga tersembunyi itu, Owie hanya bertahan selama empat bulan. Kemudian kembali ke Indonesia.

Baru kembali berkumpul bersama keluarganya, pemilik nama asli Novianti Wiereka itu kembali mendapat panggilan. Kali ini salah satu hotel berbintang di Qatar membutuhkan tangan terampilnya untuk membuat kue.

“Di Qatar cuma setahun,  terus pulang ke Indonesia dan ke Canada,” katanya.

Februari 2012, sekali lagi Owie meninggalkan keluarga besarnya di Bandung. Tapi kali ini, dia tidak sendiri.  Seorang pria bernama Ali Akbar yang meminangnya saat dia sedang  beristirahat di Bandung, ikut menemani hari-hari Owie di Toronto.

Hampir separuh hidup perempuan kelahiran Palembang 31 tahun lalu itu dihabiskan di negeri orang. Menurut Owie, setiap negara memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Meski begitu, dia memandang, Dubai adalah negara paling menyenangkan yang pernah dia singgahi. Terutama ketika Ramadan tiba.

“Di sana mirip Indonesia, banyak orang Indonesia juga. Kalau di sini, semua bulenya ngga ngerti apa itu puasa, godaannya lebih besar,” ujarnya sambil berharap bisa berkumpul lagi bersama keluarganya di Bandung. (mega)

 

 

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Mega Anggraeni

artikel terkait

dewanpers