web analytics
  

Ngabuburit Bareng Sarung

Senin, 29 Juni 2015 02:45 WIB Yatti Chahyati
Gaya Hidup - Komunitas, Ngabuburit Bareng Sarung, komunitas hong, sarung, ngabuburit, selasar sunaryo,

SARUNG: Para peserta workshop Nagri Kasarung di Selasar Sunaryo Art Space, Minggu(28/6/2015). (danny/ayobandung)

 

Sarung bisa dijadikan topi. Bisa juga berfungsi sebagai perahu. Jika mau, sarung juga bisa berubah menjadi ekor dan kereta api. Beberapa permainan itulah yang diperkenalkan oleh Komunitas Hong kepada para peserta workshop Nagri Kasarung di Selasar Sunaryo Art Space.

Selama tiga hari sejak Jumat (26/6/2015), para peserta workshop berkumpul di Bale Handap Selasar Sunaryo Art Space. Dengan bimbingan dari Komunitas Hong, mereka bermain dan berimajinasi dengan sarung. Melipatnya, menggulung, dan mengibarkannya.

Sebagai pendiri Komunitas Hong, Zaini menemukan sebanyak 30 permainan dari sarung. Kemudian dia mentransfer ilmunya kepada rekan-rekannya di Komunitas Hong, sebelum akhirnya menggelar workshop.

“Kenapa sarung? Karena sekarang sarung sudah banyak ditinggalkan oleh anak-anak, dan saya tidak ingin anak-anak tidak mengenal sarung lagi,” katanya kepada ayobandung.

Dulu sarung kerap dijadikan media untuk berinteraksi dengan teman. Aktifitas yang dilakukan di masjid pun bukan hanya sekadar solat dan mengaji, tetapi juga bermain dengan teman-teman. Kala itu, sarung menjadi alat utama permaianan mereka.

Kemudian, aktivitas itu menghilang ketika kegiatan mengaji pindah ke rumah. Anak-anak mulai jarang datang ke mesjid untuk bermain. Mereka lebih menyukai permainan virtual dengan segala peralatan canggihnya.

Kondisi itulah yang akhirnya membuat Zaini menggelar workshop untuk anak-anak bertema sarung di Selasar Sunaryo Art Space.  Workshop ini juga merupakan bagian dari program Selasar Sunaryo, bernama Selasar Kids Program.

Hanya saja dalam workshop yang digelar sore dan pagi itu, Zaini tidak membagikan seluruh hasil temuan permainannya.

“Saya hanya membagikan sekitar 20 permainan, lumayan juga sambil ngabuburit,” ujarnya.

Dalam workshop hari terakhir, para peserta mempertontonkan seluruh hasil yang mereka dapat selama dua hari ngabuburit di Selasar Sunaryo Art Space. Pentas itu digelar sebagai penutupan pada Minggu (28/6/2015) sore di Amphiteater Selasar Sunaryo.(mega)

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers