web analytics
  

Lagi, Wali Kota ke Luar Negeri Saat Pengumuman PPDB Non Akademis SMP

Sabtu, 27 Juni 2015 11:19 WIB
Umum - Regional, Lagi, Wali Kota ke Luar Negeri Saat Pengumuman PPDB Non Akademis SMP, ppdb kota bandung, jalur non akademis, wali kota, ppdb, afirmasi, ridan kamil

ilustrasi (fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net)

 

Bandung- Kejadian penundaan rapat pleno pengumuman PPDB non akademis kembali terulang, setelah pada beberapa waktu lalu pengumuman PPDB non akademis tingkat SMA/SMK ditunda karena Wali Kota ke luar negeri, kini untuk kali keduanya kejadian penundaan rapat pleno terjadi untuk pengumuman PPDB non akademis tingkat SMP, pasalnya Wali Kota Bandung Ridwan Kamil kembali melakukan perjalanan dinas ke Inggris.

Namun berebda dengan pengumuman PPSB non akademis tingkat SMA/SMK yang membuat khawatir orangtua murid karena tidak ada pemberitahuan sama sekali, kali ini untuk tingkat SMP disdik sudah sedikit mengantisipasi. Disdik sendiri mengumumkan pengumuman penundaan serta penerimaan sementara dalam kicauannya di twetter ppdb online yang tertempel di kanal  http://ppdb.bandung.go.id/.

Sebelumnya dalam http://ppdb.bandung.go.id/ dijelaskan jika Pengumuman jalur non akademias yang akan dilakukan hari ini ditunda, berikut kicauan disdik sebelumnya “Dikarenakan tugas bapak Walikota yang tdk bs diwakilkan, rpt pleno & pengumuman ppdb smp non akademis ditunda. Terima kasih.”

Namun beberapa jam kemudian disdik melakukan kicauan terbaru di laman yang sama; @ppdbkotabandung  Pengumuman PPDB SMP setelah verifikasi.”.

Meski demikian Koalisi Pendidikan Kota Bandung Ben Satriana menyebutkan jika akibat penundaan rapat pleno tersebut itu artinya, diperkirakan sebanyak 9725 siswa jalur PPDB afirmasi SMP akan diterima sementara.

“Itu artinya sekitar 9725 siswa yang ada dalam daftar non akademis afirmasi atau tidak mampu diterima dulu baru di verifikasi. Seperti ketika SMA/SMK kemarin,” tutur anggota Koalisi Pendidikan Kota Bandung(KPKB) Ben Satriana.

 Permasalahnnya kata Ben bukan pada  pengumumannya namun sistem verifikasi yang dilakukan disdik, dan tentunya harapan orang tua. “Kita lihat bagaiman orang tua yang anaknya ternyata dinyatakan lulus dulu sementara terus ketika verifikasi jadi tidak lulus, apakah nantinya tidak akan menimbulkan kekacauan,” ujarnya.

Ben menilai membludaknya pendaftar melalui jalur afirmasi ini salah satunya dikarenakan penerimaan PPDB jalur afirmasi tingkat SMA/SMK ketika Wali Kota Bandung memutuskan untuk menerima seluruh siswa di jalur tersebut.

 “Nah orangtua melihat itu, dan akhirnya berbondong-bondong mendaftar di jalur non akademis, padahal kalau kita perhatikan sebetulnya baik disdik ataupun kecamatan dan desa setempat sudah memiliki data sendiri berapa jumlah warga tidak mampu(afirmasi) di Kota Bandung ini. Nah data tersebut dikemanakan,” paparnya.

Selain itu Ben juga menilai jika melihat kondisi tersebut artinya warga miskin di Kota Bandung bertambah, “Ya Kalau hasil verifikasi SMA dan SMP ini  tidak menunjukkan pengurangan siswa yg signifikan. Berarti secara tidak langsung diakui bahwa jumlah orang miskin di Bandung bertambah banyak,” katanya. (yatti)

 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

artikel terkait

dewanpers