web analytics
  

Kisah Polisi Yang Hidup Tanpa Sepasang Kaki (1)

Kamis, 18 Juni 2015 14:37 WIB
Umum - Regional, Kisah Polisi Yang Hidup Tanpa Sepasang Kaki (1), polisi, polisi ngga punya kaki,ayo bandung

Aipda Beni Hendrik Hernawan (iqbal/ayobandung)

 

Polisi. Mendengar istilah tersebut pastinya kita membayangkan sosok yang gagah dan siap untuk menangkap pelaku kriminalitas. Akan tetapi hal berbeda dialami oleh Aipda Beni Hendrik Hernawan(38).

Polisi yang bertugas dibagian Administrasi Lalu lintas di Polsek Rancaekek, Kabupaten Bandung ini tidak bisa menjalankan tugas sebagai polisi yang sebelumnya menjadi kewajibannya, setelah sepasang kakinya harus diamputasi akibat kecelakaan saat bertugas.

Insiden naas tersebut terjadi pada tahun 2005 silam saat bapak dua anak ini bertugas di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung. Saat itu Aipda Beni tengah menangani kasus kecelakaan antara truk dan mobil.

"Ketika itu saya berada ditengah-tengah antara truk dan mobil sedang olah tempat kejadian perkara (TKP), kemudian dari belakang truk, meluncur bus dan menabrak bagian belakang truk," katanya, Kamis (18/6/2015).

Seketika Aipda Beni yang tengah berada diantara truk dan mobil langsung terjepit. "Jadi itu langsung ngepres. Saya disitu masih inget ada di tengah jadi ketahan ditengah-tengah," ucapnya.

Kejadian ini membuat Aipda Beni pingsan dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Cicalengka akibat mengalami pendarahan hebat pada kakinya.

Harus Diamputasi

Parahnya luka yang diakibatkan kecelakaan saat bertugas di Nagreg, Kabupaten Bandung memaksa Aipda Beni Hendrik Hernawan (38) dirujuk ke Rumah Sakit Halmahera karena Rumah Sakit Cicalengka yang sebelumnya menjadi tempat dirawatnya Aipda Beni tidak mempunyai banyak fasilitas memadai untuk bisa memberikan perawatan terbaik.

Bukan berita baik usai Aipda Beni dirujuk ke Rumah Sakit Halmahera. Saat itu dokter yang menanganinya memutuskan untuk mengamputasi kaki sebelah kirinya, alasannya bila tidak dilakukan amputasi maka nyawa Aipda Beni terancam.

"Saya sempat shock dan tidak bicara dengan keluarga. Saya perlu beberapa hari untuk memutuskan hal tersebut karena saat itu belum siap hidup tanpa kaki," tambahnya.

Namun keputusan mengejutkan dilakukan oleh Aipda Beni, dirinya bahkan memutuskan untuk mengamputasi kaki kanannya karena telah mengalami pembengkakan yang hebat. Bagian betis telah membesar melebihi bagian paha. Bukan darah yang menggumpal dan membuat kaki kanannya membengkak, akan tetapi nanah yang terkumpul dan mengakibatkan kaki kanannya membusuk.

"Saya akhirnya memutuskan untuk mengamputasi kedua kaki saya karena yang kanan sudah gak kerasa lagi. Meski dokter belum memutuskan mengamputasi, saya yang meminta. Operasi pertama dan kedua berselang 10 hari," tuturnya.

Keputusasaan. Kalimat itu yang ada dibenak Aipda Beni usai menjalani operasi amputasi. Masa 40 hari perawatan menjadikan dirinya depresi dengan kondisi yang dialaminya saat ini.

"Saya 40 hari dirawat di rumah sakit. Habis itu saya drop mental saya jatuh down dan membuat tidak bisa beraktifitas seperti biasa karena minder dengan kondisi saya seperti itu," jelasnya.(iqbal)

Bagaimana kisah polisi disabilitas ini menjalani kehidupan dan tugasnya? simak kisahnya dan silahkan berikan komentarnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Editor Ayobandung.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Yatti Chahyati

terbaru

Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:44 WIB

Pemerintah mengakui tak mungkin menahan laju pemudik dengan sempurna. Namun, pengorbanan dibutuhkan demi kepentingan leb...

Umum - Regional, Lebaran Tanpa Mudik, Bentuk Pengorbanan Selama (Masih) Pandemi, Lebaran Tanpa Mudik,Larangan Mudik 2021,penyekatan pemudik,penyekatan pemudik di Kota Cirebon

Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 21:17 WIB

Modus pemudik untuk melewati pos penyekatan sangat beraneka ragam. Mereka akan berusaha atau mengupayakan segala cara ag...

Umum - Regional, Ini Modus Pemudik Untuk Kelabui Petugas Pos Penyekatan, Modus Pemudik,penyekatan pemudik di Tasik,Larangan Mudik di Tasik,Polres Tasikmalaya Kota

2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 20:11 WIB

Sepanjang 2 hari penyekatan Operasi Ketupat Lodaya 2021, sedikitnya 407 kendaraan yang hendak melintasi Kabupaten Majale...

Umum - Regional, 2 Hari Penyekatan, 407 Kendaraan di Majalengka Diputarbalikan, Operasi Ketupat Lodaya 2021,Penyekatan larangan mudik,Pemudik Bandel,pemudik,Penyebaran Covid-19

Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:54 WIB

Meningkatkan kemitraan dengan rekan-rekan wartawan ini menyikapi adanya dugaan kekerasan terhadap wartawan majalah Tempo...

Umum - Regional, Forkopimda dan PWI Cianjur Perkuat Kemitraan, Ini Alasannya, Forkopimda,PWI Cianjur,Kekerasan terhadap Wartawan

Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 19:25 WIB

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Herman Junaedi mengatakan, malam hari merupakan waktu yang sering dimanfaatkan oleh...

Umum - Regional, Malam Hari, Waktu Rawan Pemudik Melintas, Penyekatan Pemudik Malam,Polres Tasikmalaya,Pemudik Melintas Malam Hari

Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 18:12 WIB

Gagasannya dari lailatul qadar, malam turunnya Al Quran.

Umum - Regional, Uniknya Desain Masjid Raya Seribu Bulan di Banyumas Karya Ridwan Kamil, Masjid Seribu Bulan,Desain Masjid Ridwan Kamil,Masjid Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:29 WIB

Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng

Umum - Regional, Puluhan Warga dari 3 Kampung di Cianjur Keracunan Kulit Goreng, keracunan makanan Cianjur,keracunan kulit goreng Cianjur,Cianjur,keracunan Makanan

Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran

Regional Jumat, 7 Mei 2021 | 17:13 WIB

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran berencana akan tetap membuka desntinasi wisata saat Lebaran 1442 H. Hanya saja...

Umum - Regional, Wisata Pangandaran Tetap Dibuka Saat Lebaran, Pantai Pangandaran,Wisata Pangandaran,wisata pangandaran lebaran,Pangandaran

artikel terkait

dewanpers