Produksi Tembakau Kurang Optimal

  Selasa, 20 Februari 2018   Andres Fatubun
  • Seorang petani membersihkan tanaman tembakau di perkebunan tembakau Kampung Cigagak Wetan, Kota Bandung, Selasa (20/2/2018). Menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebagai salah satu komoditas strategis nasional, perkembangan pertanian tembakau saat ini dinilai masih kurang optimal mengingat jumlah produksi tembakau belum dapat mencukupi keseluruhan permintaan industri. Produksi tembakau selama beberapa tahun terakhir masih di bawah 200.000 ton, sedangkan permintaan pasar telah mencapai lebih dari 300.000 ton. Selisih tersebut terpaksa harus dipenuhi oleh impor. (Irfan Alfaritsi/ayobandung).
  • Seorang petani membersihkan tanaman tembakau di perkebunan tembakau Kampung Cigagak Wetan, Kota Bandung, Selasa (20/2/2018). Menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebagai salah satu komoditas strategis nasional, perkembangan pertanian tembakau saat ini dinilai masih kurang optimal mengingat jumlah produksi tembakau belum dapat mencukupi keseluruhan permintaan industri. Produksi tembakau selama beberapa tahun terakhir masih di bawah 200.000 ton, sedangkan permintaan pasar telah mencapai lebih dari 300.000 ton. Selisih tersebut terpaksa harus dipenuhi oleh impor. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)
  • Seorang petani membersihkan tanaman tembakau di perkebunan tembakau Kampung Cigagak Wetan, Kota Bandung, Selasa (20/2/2018). Menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) sebagai salah satu komoditas strategis nasional, perkembangan pertanian tembakau saat ini dinilai masih kurang optimal mengingat jumlah produksi tembakau belum dapat mencukupi keseluruhan permintaan industri. Produksi tembakau selama beberapa tahun terakhir masih di bawah 200.000 ton, sedangkan permintaan pasar telah mencapai lebih dari 300.000 ton. Selisih tersebut terpaksa harus dipenuhi oleh impor. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)
   Berbagi Foto

   Komentar

Komentar