web analytics
Pembagian Zakat yang Mempertontonkan Kemiskinan Harus Dihentikan
Oleh Ananda Muhammad Firdaus, pada 12 Jun , 2018 | 14:07 WIB
Pembagian Zakat yang Mempertontonkan Kemiskinan Harus Dihentikan
Ilustrasi pembagian zakat. (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Pembagian zakat secara langsung dengan mengumpulkan penerima zakat dalam jumlah banyak adalah pemandangan umum di Indonesia. Ribuan orang rela antre demi mendapatkan zakat. Tak jarang, lansia dan anak-anak pun jadi korban karena terhimpit di tengah kerumunan para pencari zakat.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI, M Fuad Nasar mengatakan, sebagai instansi pembina dan pengawas perzakatan secara nasional, Kemenag mengimbau agar kebiasaan membagikan zakat secara massal ditinggalkan oleh masyarakat.

"Kebiasaan pembagian zakat yang mempertontonkan kemiskinan agar dihentikan dan diubah dengan cara menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional dan Lembaga Amil Zakat," kata Fuad dalam keterangan tertulis yang diterima ayobandung.com, Selasa (12/06/2018).

Cara pembagian zakat dengan cara massal, menurut Fuad, selain berisiko terjadi kekisruhan, tanpa sengaja juga merendahkan martabat orang miskin. Fuad mengajak agar publik mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa pembagian zakat oleh seorang dermawan di Pasuruan, Jawa Timur, tahun 2008 yang menelan korban 21 orang meninggal. 

"Kalau, toh, karena pertimbangan tertentu seorang pembayar zakat (muzaki) ingin memberikan zakat hartanya langsung kepada fakir miskin di lingkungan sekitarnya, seyogianya diantar langsung ke tempat mereka. Bukan dengan cara mengumpulkan warga miskin, lalu mereka harus antre dan berdesakan untuk menerima zakat," papar Fuad.

Fuad menilai, organisasi pengelola zakat yang dibentuk pemerintah (BAZNAS) dan organisasi pengelola zakat (LAZ) berbadan hukum yang didirikan masyarakat telah memfasilitasi kemudahan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah.

Organisasi ini juga memudahkan mekanisme pendistribusian dan pendayagunaan zakat kepada orang yang berhak menerimanya. 

"Orang yang berzakat dan orang yang menerima zakat tidak mesti bertemu langsung. Pembayar zakat (muzaki) dipersilakan merekomendasikan daftar nama penerima zakat yang diinginkan kepada organisasi pengelola zakat yang dipilihnya," imbuh Fuad.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600