web analytics
Semangat Bermanfat Melalui Komunitas Sefaat
Oleh Fathia Uqim, pada 12 Jun , 2018 | 12:32 WIB
Semangat Bermanfat Melalui Komunitas Sefaat
Para Sahabat Sefaat membagikan makanan ke para pekerja di jalanan dalam program Semanggi Padi. (Fathia Uqim/ayobandung).

SUKASARI, AYOBANDUNG.COM--Berbagi itu tak harus kaya. Begitulah kata Dhea Hajaru (23), wanita asal Yogyakarta yang sejak awal kuliah menetap di Bandung. Lewat komunitas Sefaat alias Semangat Bermanfaat yang dia dirikan pada Januari 2016, Dhea berusaha merangkul berbagai pihak seperti pekerja di jalan, penyandang disabilitas, dan penghuni panti asuhan dan jompo.

“Sefaat adalah komunitas yang bertujuan merangkul banyak orang untuk bermanfaat dalam bentuk apapun bagi dirinya dan orang lain. Sefaat yakin setiap manusia memiliki potensi untuk bermanfaat, baik dalam bentuk tenaga, waktu, pemikiran, maupun materi,” kata Dhea kepada ayobandung.com, Selasa (12/6/2018).

Sebagai sarana penunjang, Sefaat juga mengembangkan diri dengan membuka Sefaat Privat, penyedia layanan belajar di rumah. Hal itu yang membedakan Sefaat dengan komunitas sosial lainnya.

“Ingin memperluas jangkauan rangkulan untuk bermanfaat,” ujar Dhea.

Awalnya, Dhea hanya berbagi sendiri seperti memasak dan membagikannya sendiri, mengunjungi panti dan bermain sendiri. Kemudian terpikirkan untuk mengajak lebih banyak orang melakukan hal yang sama. Berharap bisa bermanfaat bersama tentu lebih indah rasanya.

Terbentuknya Sefaat melahirkan beberapa program khusus. Seperti Semanggi Padi (Semangat Berbagi Pangan dan Barang Jadi), Peduli Masyarakat Inklusi (PMI), dan Kubik (Berkunjung dan Berbagi Kebahagiaan).

Melalui program Semanggi Padi, Sefaat mengajak relawan untuk memasak bersama, kemudian membagikan makanan tersebut kepada para pekerja di jalan seperti pemulung, petugas sampah, penjual koran, dan fakir miskin, termasuk orang gila.

“Selain konsumsi tersebut, kami juga menyerahkan barang jadi seperti tumblr atau tempat minum,” ujarnya.

Peduli Masyarakat Inklusi adalah program yang mengajak relawan atau Sahabat Sefaat untuk lebih peduli dengan masyarakat marjinal seperti penyandang disabilitas, tunawisma, anak jalanan, sehingga terwujud masyarakat inklusi.

Untuk program Kubik, Sefaat mengajak Sahabat Sefaat untuk mengunjungi panti asuhan, panti jompo, atau panti-panti lainnya untuk berbagi kebahagian pada para penghuni panti dengan mengadakan berbagai acara. Misalnya menggelar  permainan dan berbagi kebutuhan penghuni seperti sembako dan sandang.

“Tiap bulan sejak digagas alhamdulillah rutin melakukan Semanggi Padi baik skala kecil atau besar. Dua kali melaksanakan Kubik di Panti Asuhan Sayap Ibu di Yogyakarta dan Panti Asuhan Al Ikhlas di Bandung, dan dua kali melaksanakan PIM di Panti Asuhan Sayap Ibu Yogyakarta dan SLB C Cipaganti Bandung,” jelasnya.

Keberjalanannya selama 2,5 tahun mengantungi 60 Sahabat Sefaat yang peduli dan ikut andil dalam program-program emasnya. Bagi yang ingin mengikuti aktivitas Sefaat, Dhea mengajak untuk ikut turun berpartisipasi. Informasi selengkapnya dapat dilihat melalui Instagram @sefaatteam.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600