web analytics
Solihin: PKL Moko Harus Pikirkan Hak Orang Lain
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 08 Jun , 2018 | 13:25 WIB
Solihin: PKL Moko Harus Pikirkan Hak Orang Lain
Pjs Wali Kota Bandung, M Solihin. (Eneng Reni/ayobandung)

JALAN ACEH, AYOBANDUNG.COM—Jauh hari sebelum memasuki Ramadan, Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menginstruksikan jajarannya untuk menghalau para pedagang musiman, termasuk mobil toko alias moko. Lantas, kenapa moko dilarang? Solihin menilai, keberadaan pedagang kaki lima dengan gaya berjualan menggunakan moko selama ini banyak dikeluhkan oleh masyarakat. 

"Meski mobil toko ini sebetulnya kreativitas warga, tetapi yang harus diingat mereka juga harus menghargai orang lain. Prinsipnya boleh berjualan di mana saja, kami tidak melarang. Tapi kalau untuk yang daerah jelas dilarang hargai lah aturan yang ada," tutur Solihin di Taman Sejarah, Kota Bandung, Jumat (8/6/2018).

Di kawasan Jalan Diponegoro, misalnya, Pemerintah Kota Bandung dengan jelas menjadikan jalan tersebut sebagai zona merah untuk berjualan. Bahkan, jalan itu juga dilarang digunakan sebagai lahan parkir.

"Sebetulnya sederhana, kalau taat aturan, jangankan untuk parkir, setop di sana saja dilarang. Apalagi ini berjam-jam melaksanakan aktivitas bisnis, masyarakat lain jadi terganggu," kata Solihin.

Solihin mengaku bahwa pihaknya telah berulang kali mendekati para PKL moko ini, mulai dari sosialisasi hingga penertiban. Hal ini dilakukan sebagai upaya memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

"Kami pun tidak mau main gembok-gembok saja. Tapi kami mau mereka (PKL) sadar dulu. Jangan berpikir kalau penertiban ini menutup jalan mereka mencari nafkah, padahal ini murni untuk melaksanakan tugas,” kata Solihin.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600