web analytics
Gejala dan Solusi Overthinking dalam Hubungan Asmara
pada 17 May , 2018 | 05:55 WIB
Gejala dan Solusi Overthinking dalam Hubungan Asmara
Ilustrasi overthinking. (Pixabay)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM—Apakah kamu sering merasa takut diselingkuhi pasangan? Atau sering berpikir sikap pasangan berubah? Kamu khawatir dan memikirkan dalam-dalam tentang apapun yang mungkin terjadi pada pasangan. Padahal, belum tentu itu benar. Jika begitu, artinya kamu adalah orang yang sangat overthinking terhadap pasangan.

Overthinking kerap melanda siapa saja tanpa pandang bulu. Sangat lumrah overthinking terjadi pada seseorang yang begitu mencintai pasangannya. Namun, bukannya berhasil menunjukkan kasih sayang, justru yang ada adalah kamu akan semakin membikin pasanganmu kesal.

Nah, kira-kira bentuk overthinking seperti apa yang lumrah terjadi pada hubungan asmara dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut melansir Bustle, contoh sikap overthinking beserta solusinya.

 

Mengirim pesan pada pasangan

Apakah kamu sering bingung untuk memulai sebuah pesan untuk pasangan? Itu artinya kamu overthinking. Psikoterapis Melissa Divaris Thompson menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang normal. “Namun overthinking justru bisa menimbulkan distraksi,” kata dia.

Jadi, cobalah lebih fokus untuk ngobrol dengan pasangan secara mengalir. Jangan fokus untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.

Bertanya saran yang sama

Overthinking biasanya muncul karena pengalaman masa lalu. Misalnya saja pernah terluka dari hubungan sebelumnya. Pengalaman itu bakal membuat seseorang sulit menaruh rasa percaya pada siapa pun. Ujung-ujungnya, kamu akan merasa stuck dan meminta saran pada sahabat dekat.

Namun, kalau kamu terus bertanya hal yang sama dengan beberapa orang, itu pertanda bahwa kamu overthinking. “Berhenti meminta saran pada orang lain. Lebih baik gunakan waktu untuk mengevaluasi apa yang sebenarnya kamu rasakan,” ujar terapis keluarga dan pernikahan, Anna Osborn. Sebab, bisa jadi apa terjadi sebenarnya tak seburuk yang kamu pikirkan.

Selalu muncul pikiran ‘bagaimana jika…’

Ada dua tipe overthinking. Pertama, adalah kepribadian pengontrol yang sangat banyak berpikir tentang semua hal. Pikiran itu muncul sebagai bentuk antisipasi terhadap hal-hal negatif dalam porsi berlebih. Tipe lainnya adalah individu yang merasa tidak aman.

“Saat merasa insecure (tidak aman), pikiran kita akan selalu memikirkan hal negatif,” ujar pakar hubungan, Sheryel Aschfort. Namun, hal tersebut bisa diatasi dengan membuat batasan waktu berapa lama kamu boleh memikirkan hal tersebut.

Tak percaya pada masa depan

Overthinking akan mengganjal kesuksesan hubungan. Mereka biasanya tidak percaya atas apa yang mereka lihat dan alami. Mereka selalu dibayangi kecemasan dan mempertanyakan apakah pasangan bersikap sejujur-jujurnya.

Sex and intimacy coach, Xanet Pailet mengatakan bahwa hal yang bisa dilakukan adalah tetap ‘membumi’. Sikap tersebut bisa membantumu mengurangi kecemasan berlebih. Lebih baik, jalani saja apa yang ada di depan mata dan membuang pikiran negatif.

Fokus pada masa depan

Salah satu gejala overthinking lainnya adalah bila kamu terlalu banyak memikirkan masa depan. Namun, daripada selalu memikirkan bagaimana dengan masa depan hubungan, lebih baik nikmati saja fase demi fase yang kamu jalani.

Terapis pasangan, Alisha Powell menyarankan untuk mengecek diri sendiri dan bagaimana membiasakan diri untuk mengoreksi pikiran serta mengenali emosi diri.

Bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkan pasangan

Overthinking muncul saat seseorang tak memiliki kepercayaan diri yang cukup. Seseorang akan mencari validasi bila merasa pasangan tidak aman. Namun, hal itu justru menciptakan kecemasan berlebih.

Jika sudah begitu, maka berdamailah dengan diri sendiri. Psikoterapi, Emmy Brunner, mengatakan bahwa sikap berdamai dengan diri sendiri, seseorang akan menyadari pikiran-pikirannya.

Selalu memikirkan maksud dari apa yang dikatakan pasangan

Overthinking bisa terjadi lantaran komunikasi antara dua individu tidak lancar. Seseorang yang overthinking akan menerjemahkan sendiri tentang apa yang disampaikan pasangan berdasarkan pandangannya sendiri.

Pakar hubungan, Megan Stubbs, menyarankan agar sepasang kekasih lebih mengintensifkan komunikasi untuk menghindari kesalahpahaman. Jika ada yang tidak jelas, maka tanyakan hal tersebut langsung kepada pasangan. Sebab, menurut Stubbs, apa yang dipahami orang-orang overthinking belum tentu sama dengan apa yang dipahami pasangannya.

Source: Bustle

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600