web analytics
Lima Kejutan dalam Sejarah Piala Dunia
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 16 May , 2018 | 10:00 WIB
Lima Kejutan dalam Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia. (Reuters)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Gelaran Piala Dunia 2018 di Rusia sebentar lagi akan memasuki pertandingan pembuka. Sebanyak 32 negara terbaik dari lima konfederasi siap bertarung untuk mengharumkan bendera masing-masing.

Dari jumlah tersebut, terselip dua negara yang hadir dengan status debutan, yakni Islandia dan Panama. Kejutan Islandia sebenarnya telah dimulai sejak Piala Eropa 2016 setelah pasukan Negeri Es berhasil melangkah hingga babak perempat final.

Sementara perjalanan Panama diwarnai kontroversi setelah gol hantu Gabriel Torres berhasil meredam asa kemenangan Kosta Rika pada pertandingan terakhir kualifikasi zona Concacaf.

Jangan lupakan Mesir dengan mesin pencetak golnya Mohamed Salah. Nama Salah memang tengah melangit karena sukses menorehkan prestasi sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Inggris dan membawa Liverpool menembus final Liga Champions.

Sebelum kehadiran tiga negara tersebut, Piala Dunia selalu menghadirkan kuda hitam di setiap penyelenggaraannya. Untuk itu, ayobandung.com merangkum lima negara kejutan terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Berikut daftarnya.

 

Kroasia 1998

Piala Dunia 1998 di Prancis menjadi keikutsertaan perdana bagi Kroasia setelah melepaskan diri dari Yugoslavia. Predikat sebagai anak baru yang membuat kekuatan Kroasia tidak mudah terbaca oleh lawan.

Kejutan hadir ketika anak asuh Miroslav Blazevic secara tidak terduga berhasil menghentikan langkah Der Panzer Jerman pada babak perempat final dengan skor telak 3-0. 

Kemenangan tersebut tidak hanya menempatkan Kroasia berdiri untuk pertama kalinya di babak semifinal. Namun, kemenangan itu juga membuka mata publik tentang keberadaan sebuah negara baru yang enggan dianggap penghibur.

Langkah Kroasia mesti berhenti di babak semifinal setelah dikalahkan tuan rumah Prancis yang kemudian keluar sebagai juara turnamen. Ketika itu, Davor Suker takluk dengan skor tipis 1-2.

Tempat keempat sudah barang tentu diraih Kroasia. Sebuah catatan gemilang bagi negara yang baru berpartisipasi. Namun, The Blazer enggan mengalah dan justru berhasil mengalahkan tim kuat Belanda pada perebutan gelar juara ketiga.

Turki 2002

Turki memang memiliki budaya sepak bola yang mengakar. Itu dapat dilihat dari atmosfer pertandingan ketika dua klub asal Istanbul, Galatasaray dan Fenerbache, saling beradu. Namun, budaya yang ada tidak diimbangi dengan prestasi timnas Turki.

Akan tetapi, kini anggapan tersebut harus dibuang jauh-jauh, setidaknya setelah Negeri Seribu Masjid berhasil keluar sebagai juara ketiga pada gelaran Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.

Perjalanan Turki ketika itu menjadi salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. Tim asuhan Senol Gunes hanya kalah dari sang juara turnamen, Brasil, di babak semifinal. 

Walau kalah dari Brasil, tapi Turki menjadi satu-satunya negara yang menunjukan perlawanan ketika berhadapan dengan tim Samba. Hakan Sukur dan Emre Belozoglu jadi aktor kreasi serangan Turki ketika itu. Sementara untuk perebutan juara ketiga, Turki berhasil mengalahkan tuan rumah Korea Selatan.

Bulgaria 1994

Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat menyertakan nama penyerang Barcelona, Hristo Stoitchkov, sebagai topskor turnamen dengan lesakan enam gol. Bukan hanya Stoitchkov yang meraih prestasi, tapi juga negaranya, Bulgaria.  

Stoitchkov adalah bagian dari generasi emas Bulgaria bersama Emil Kostadinov, Yordan Lechkov dan Krasimir Balakov. Secara mengejutkan, tim Eropa Timur tersebut berhasil mencapai babak semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kejutan paling sensasional adalah ketika Bulgaria berhasil mengalahkan tim kuat Jerman di babak perempatfinal. Namun sayang, langkah Bulgaria meski berhenti di semifinal setelah dikalahkan oleh Swedia.

Setelah Stoitchkov dan pemain seangkatannya pensiun dari dunia sepak bola, Bulgaria tidak lagi bersinar hingga kini. Bahkan, kini Bulgaria tenggelam dan beralih menjadi tim gurem karena bakat istimewa tidak lagi ditemukan.

Korea Selatan 2002

Piala Dunia 2002 memang menghadirkan banyak kejutan. Setelah Turki berhasil menyegel gelar juara ketiga, kini giliran tuan rumah Korea Selatan karena menjadi satu-satunya tim asal Asia yang pernah mencapai babak semifinal Piala Dunia.

Namun, kejutan Taegeuk Warriors diwarnai begitu banyak kontroversi. Itu terjadi ketika Korsel berlaga melawan tiga tim kuat asal Eropa, yakni Portugal, Italia dan Spanyol. 

Kejutan pertama Korsel terjadi ketika Negeri Ginseng berhasil mengalahkan Portugal 1-0 di babak penyisihan grup. Padahal, ketika itu Seleccao diperkuat oleh generasi emas semisal Luis Figo dan Rui Costa. Kontroversi hadir ketika kartu merah dilayangkan ke dua punggawa Portugal, yakni Joao Pinto dan Beto.

Kontroversi kembali hadir ketika Korsel mengalahkan Italia di babak perdelapanfinal. Gol bersih Christian Vieri dianulir karena dinyatakan offside. Francesco Totti juga mendapat kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving.

Ketika menghadapi Spanyol di babak perempatfinal, Korsel kembali dikaruniai dewi fortuna. Dua gol La Furia Roja dianulir wasit. Namun, keadaan serupa tidak terjadi ketika Korsel berlaga melawan Jerman di semifinal. Tim asuhan Guus Hiddink meski menerima kekalahan tipis 0-1 dari Der Panzer.

Korea Utara 1966

Jauh hari sebelum Korsel tampil mengejutkan di Piala Dunia 2002, saudara kandung mereka, Korea Utara, telah lebih dulu melakukan hal serupa pada tahun 1966 di Inggris.

Korut berhasil menjadi negara asal Asia pertama yang berdiri hingga laga perempatfinal. Namun, langkah Korut meski berhenti di tangan Portugal dengan skor 5-3. Catatan paling sensasional adalah ketika Korut mengalahkan Italia dengan skor 0-1.

Namun, nasib seluruh pemain Korut setelah kalah dari Portugal sungguh memprihatinkan. Sepulang dari Inggris, seluruh pemain ditawan di dalam kamp politik terkenal bernama Gulag oleh pemerintah Korut karena dianggap gagal mengharumkan nama negara.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox Socmed Ayo Bandung 160x600