web analytics
Teh Putih Purwakarta Sudah Sampai ke Jakarta
Oleh Fathia Uqim, pada 15 May , 2018 | 06:10 WIB
Teh Putih Purwakarta Sudah Sampai ke Jakarta
Teh putih khas Purwakarta. (Fathia Uqim/ayobandung)

GEDUNG SATE, AYOBANDUNG.COM—Siapa sangka teh putih asli tanah Purwakarta telah melanglangbuana ke ibu kota? Wajar saja, soalnya Purwakarta memiliki komoditas teh yang diunggulkan.

Salah satunya adalah teh gelang khas Purwakarta. Berbeda dari teh pada umumnya yang diproses menggunakan mesin. Teh gelang diproses secara manual menggunakan tangan manusia. Petani meremas, menggiling, dan menggulung dengan tangan mereka.

“Hasilnya akan lebih wangi dan pembiayaan lebih murah,” ujar Ketua Kelompok Tani Sindang Panon, Apud Suwardie, saat ditemui ayobandung.com pada gelaran West Java Tea Festival 2018, akhir pekan kemarin.

Teh gelang dijual dengan harga Rp75.000–Rp100.000 per kilogram. Apud mengemas teh gelang dalam kemasan seharga Rp20.000-an.

“Sejak 2014 saya sudah rutin mengikuti pameran. Yang paling banyak diminati memang teh putih. Dalam sebulan, kelompok (tani) bisa mendapatkan Rp3 juta,” kata Apud.

Kini, setiap bulannya, Apud mengemas 2-4 kilogram teh putih untuk dikirim ke House of Tea di Jakarta. Hal itu telah dilakukannya selama dua tahun terakhir.

Selain itu, Apud juga mendistribusikan hasil taninya ke sejumlah warung dan penjualan daring. Tak bisa dimungkiri, teknologi harus digunakan sebaik mungkin supaya tidak tertinggal dengan yang lain.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rahlan, mengatakan bahwa daerahnya memiliki keunggulan komoditas teh di aspek perkebunan. Produk teh dengan berbagai varian dikemas dengan baik. “Seperti teh gelang, teh putih, atau teh hitam,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Soal pengembangan komoditas holtikultura, kelompok tani memiliki keterampilan yang baik. Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta memberikan pendampingan dan pembinaan untuk menangani berbagai komoditas di kota tersebut dari hulu ke hilir supaya petani memahami agrobisnis.

“Tidak hanya budidaya, kekompakan kelompok pun lebih dikuatkan. Karena tanpa ada penguatan kelompok, input output produksi tidak mempunyai kekuatan yang signifikan,” kata Agus. Ketika kelompok kuat, lanjutnya, pemasaran, penanganan, dan budidaya dapat dilakukan bersama dan diharapkan nilai jual komoditas bisa meningkat.

“Apalagi 70% di sektor perkebunan Purwakarta adalah teh. Harapannya Purwakarta jadi sentra pengembangan teh keunggulan Jawa Barat,” pungkas Agus.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600