web analytics
Komitmen bank bjb Berdayakan Petani Kopi Jabar
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 14 May , 2018 | 05:33 WIB
Komitmen bank bjb Berdayakan Petani Kopi Jabar
Ilustrasi -- Pengunjung meramaikan berbagai stan kopi di West Java Coffee and Art yang digelar bersamaan dengan HUT bank bjb ke-57 di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (12/5/2018). (Arfian Jamul/ayobandung)

CITARUM, AYOBANDUNG.COM--Jawa Barat telah sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil biji kopi terbaik, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Fakta sejarah mencatat bahwa pada abad 17, sebagian besar biji kopi di dunia berasal dari perkebunan di wilayah Jabar.

Kekayaan sumber daya alam tersebut yang kemudian digunakan bank bjb sebagai sarana untuk mengembangkan bisnis kopi di Jabar serta menyejahterakan para pelaku usaha di dalamnya, sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Jabar.

Komitmen tersebut dibuktikan bank bjb dengan target penyaluran kredit mikro yang tumbuh sebesar 29% pada tahun 2018. Sebuah realisasi yang menunjukkan keberpihakan bank bjb dalam membangun kredit usaha mikro.

Dalam realisasinya, bank bjb tidak hanya memberikan dana pinjaman untuk para petani dan pengusaha kopi. Pasalnya, melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (Pesat), bank bjb juga memberikan edukasi dan pendampingan selama beberapa bulan agar distribusi usaha dapat berkembang.

"Melalui program Pesat, kami memberikan edukasi kepada petani di beberapa wilayah seperti di Garut dan Pangalengan untuk meningkatkan kualitas produksi, sehingga kopi Jabar selalu menjadi nomor satu dan pendapatan petani dapat meningkat," ujar Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut membuktikan kualitas penyaluran kredit mikro yang dilakukan bank bjb dapat tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam melakukan pendampingan, bank bjb bekerja sama dengan beberapa koperasi dan perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung dan Institut Pertanian Bogor. 

"Kredit yang kami berikan kepada UMKM harus berkualitas. Untuk itu kami melakukan edukasi dan pendampingan sehingga hasil pertanian dapat laku di pasaran ekspor," ujar Ahmad Irfan. Hal itu dilakukan mengingat sebagian besar petani kopi tradisional di Jabar hanya mengerti perihal bagaimana cara menanam dan memanen. Namun, hanya sedikit petani yang mengerti proses pemasaran dan penjualan kopi.

Dampak dari program tersebut dirasakan oleh Nesya Karima, salah satu pelaku UMKM binaan bank bjb yang berasal dari Garut. Di bawah payung usaha Angkringan Sunda, Nesya telah tiga tahun menjadi mitra usaha dari bank bjb. 

Produk kopi robusta yang disajikan Nesya mengalami peningkatan penjualan setelah bank bjb selalu mengikutsertakannya dalam berbagai acara bazar di beberapa daerah di Jabar dan Banten. 

"bank bjb juga memberikan kami bantuan dana. Kami juga menggunakan tabungan bank bjb untuk sirkulasi keuangan. Apalagi persyaratan untuk menjadi mitra usaha bank bjb sangat mudah dan cepat," ujar Nesya.

Hal tersebut mendapat apresiasi khusus dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, yang mengungkapkan bahwa bank bjb memiliki peran besar terkait pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pembiayaan UMKM.

"Jika dunia usaha berkembang, maka dapat berdampak pada bertambahnya lapangan kerja. Semoga kami dapat mencetak lebih banyak lagi pengusaha. Kalau selama ini kopi masih dipegang Brasil, ke depan harus oleh Indonesia, sehingga dapat menghidupi sebagian penduduk Indonesia," ujar Aher.

Selain itu, kredit yang disalurkan bank bjb secara tidak langsung dapat menghindarkan petani kopi akan ketergantungan kepada tengkulak. Untuk itu, ragam inovasi dilakukan agar penyaluran kredit dapat menjangkau daerah terpencil sekalipun.

Salah satunya dilakukan melalui penyaluran kredit UMKM berbasis IT. "Dengan UMKM berbasis IT, kami dapat lebih jauh menjangkau petani di daerah," ujar Senior Vice President Divisi Corporate Secretary bank bjb, Hakim Putratama.

Seperti diketahui, pada tahun 2017 lalu, bank bjb menyalurkan kredit UMKM sebesar 17% atau tumbuh 33% dari periode sebelumnya. Catatan tersebut lebih tinggi daripada ketentuan regulator yakni sebesar 15%. 

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600