web analytics
Andalkan Pemain Muda, Uruguay Siapkan Kejutan
pada 08 May , 2018 | 12:49 WIB
Andalkan Pemain Muda, Uruguay Siapkan Kejutan
Timas Uruguay.

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Juara Piala Dunia dua kali Uruguay lolos ke Rusia dengan kondisi tim yang sedang mengalami peremajaan. Setelah sukses membina tim juniornya, Pelatih Oscar Tabarez membawa bakat-bakat mudanya itu masuk ke dalam tim senior. 

Di antaranya pemain mudanya itu, terdapat nama-nama seperti Rodrigo Bentacur, Fede Valverde, Matias Vecino, dan Gaston Pereira yang menunjukan bakatnya untuk mencari perhatian dunia.

Selama babak kualifikasi, Uruguay memainkan pola yang pragmatis perpaduan antara pertahanan yang solid dengan ketajaman dalam menyerang. Dengan formasi 4-4-2, Uruguay bertumpu pada duet striker Luis Suarez dan Edinson Cavani. Di lini belakang, duo pemain veteran Diego Godin dan Jose Gimenez tak tergantikan perannya. Sedangkan di lini tengah, pemain muda lebih banyak berbicara. Vecino yang tampil baik berpeluang besar masuk dalam jajaran starting XI Uruguay.

AYO BACA : Rusia Berharap Berkat Kala Jadi Tuan Rumah

Uruguay masuk di Grup A bersama Rusia, Arab Saudi, dan Mesir. Uruguay akan melawan Mesir pada 15 Juni, dilanjutkan Arabn Saudi 20 Juni, dan terakir kontra tuan rumah Rusia pada 25 Juni.

Urusan menggedor gawang lawan, Uruguay masih mengandalan pemain seniornya yang tak pernah lepas dari kontroversi, Luis Suarez. Suarez mencetak dua gol di Piala Dunia 2014 Brasil sebelum prestasinya tercoreng karena mengiggit bek Italia Giorgio Chiellini. Di Piala Dunia sebelumnya 2010 di Afrika Selatan, Suarez juga mendapatkan kartu merah karena menahan bola dengan menggunakan tangan saat melawan Ghana di babak perempat final.

Meski sikapnya selalu memicu kerugian lawan dan timnya, namun Uruguay masih berharap padanya. Piala Dunia 2018 ini merupakan yang ketiga baginya dan kemungkinan yang terakhir. 

AYO BACA : Arab Saudi Ingin Lepas dari Predikat Tim Penggembira

Ia sudah berlaga sebanyak 95 kali di Piala Dunia dan terbuka peluang untuk mencapai angka 100 jika timnya lolos hingga ke babak perempat final. 

Pelatih Tabarez terpilih menukangi Uruguay untuk kedua kalinya. Periode pertamanya terjadi pada tahun 1988 untuk mengantarkan Uruguay ke Piala Dunia 1990 di Italia. Kala itu, Uruguay hanya bisa mencapai babak 16 besar. 

Di kesempatan keduanya ini, Tabarez yang sudah berusia 70 tahun sukses melakukan pembinaan pemain mudanya. Dengan "proyek' pemain U-20, Tabarez berhasil mengembalikan Uruguay ke dalam peta sepakbola dunia. 

Taberez juga merupakan segelintir pelatih yang mendapatkan anugerah FIFA Order of Merit yaitu penghargaan yang diberikan pada seseorang yang memberikan sumbangan signifikan pada perkembangan sepakbola dunia. 

AYO BACA : Mesir dan Beban Berat Mo Salah

Source: worldsoccer

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Aerox Socmed Ayo Bandung 160x600