web analytics
Kedai CAS, "Sarangnya" Komunitas Bandung di Dalam Gang
Oleh Fathia Uqim, pada 08 May , 2018 | 15:40 WIB
Kedai CAS,
Suasana Kedai CAS, Gang Kubang Selatan, Dipatiukur, Bandung. (Fathia Uqim/ayobandung)

DIPATIUKUR, AYOBANDUNG.COM—Cukup kaget melihat pekarangan rumah yang luas disertai pernak-pernik bekas properti film yang menghiasinya. Rumah nyentrik ini disulap menjadi kedai kecil dan wadah berkumpulnya komunitas. Kedai CAS, namanya.

Plang nama Kedai CAS yang ditulis pada tutup kaleng cat, kursi kayu, drum bekas, serta panggung antik yang terbuat dari kayu dengan lampu-lampu temaram yang saling menggantung menambah suasana hangat semakin kental.

Kedai CAS ini bermula dari Rifira Tania, sang pemilik rumah. Dulu, rumah ini menjadi tempat singgah sang ayah ketika Rifira berkuliah di Bandung. Setelah titel sarjana diraih, Rifira pun pulang ke kampung halamannya di Medan, Sumatera Utara.

“Usai Fira—sapaan akrab Rifira—lulus, rumah ini pernah dijadikan kos-kosan dan rumah makan Padang. Setelah itu kosong selama lima tahun,” ujar pengelola Kedai CAS, Firman Prakasa saat ditemui ayobandung beberapa waktu lalu.

Fira yang notabene adalah seorang produser film kemudian ingin memiliki tempat singgah yang menarik jika berkunjung ke Bandung. Bersama temannya di Bandung Film Council, Ichsan Achdiat, Fira menyulap rumah tersebut menjadi sebuah kedai.

Menengok latar belakang Fira dan Ichsan yang notabene aktif di dunia perfilman, tak heran bila Kedai CAS dipenuhi oleh agenda pemutaran film di dalam gang yang sering jadi sorotan. Tak hanya itu, tengok saja Instagram @kedai_cas, tempat ini selalu jadi tempat berkumpulnya sejumlah komunitas kreatif dan menjadi lokasi penyelenggaraan acara.

Sekilas, tak ada yang berbeda dari Kedai CAS dengan kedai-kedai lain pada umumnya. Mereka sama-sama menawarkan kopi dan camilan pelengkapnya. Namun, yang membikin Kedai CAS terasa berbeda adalah atmosfir kreatif yang bisa kamu rasakan bila berkunjung ke sana.

Musik terus mengalun dari sudut kedai bakal menemani kamu duduk bersantai di tengah dekorasi nyentrik yang dibuat dari barang-barang bekas. Belum lagi sejumlah komunitas yang getol berkumpul di Kedai CAS, mulai dari komunitas Musisi Mengaji, Komunitas Literasi, Unit Kegiatan Mahasiswa Lokantara Telkom University, Rekaman Keliling, dan lain-lain.

Namun, meski Kedai CAS telah kadung dikenal sebagai tempat pemutaran film, beberapa pengunjung sudah begitu akrab dengan es kopi khas buatan Firman. Tenang saja, harganya tak bikin kantong kosong. Cukup berada di kisaran Rp4.000 sampai Rp19.000 saja.

Firman juga membukan lebar bagi komunitas atau siapa pun yang hendak menggelar acara di Kedai CAS. Cukup bernegosiasi dengan minimal pembelian kopi sebagai harga sewa, Kedai CAS dengan senang hati menerima.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600