web analytics
Akodessewa Fetish, Pasarnya Para Dukun
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 27 Apr , 2018 | 10:00 WIB
Akodessewa Fetish, Pasarnya Para Dukun
Akodessewa Fetish Market. (Wikipedia)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Angker dan menyeramkan adalah gambaran nyata ketika mengunjungi Akodessewa Fetish Market. Soalnya, pasar  di Lowe, ibu kota Togo itu, menjadi destinasi belanja favorit para dukun di Afrika.

Akodessewa Fetish Market telah dikenal lama sebagai pusat perbelanjaan penganut aliran hitam terbesar di dunia. Tempat di mana para dukun voodoo dapat membeli beragam alat kebutuhan untuk ritual mistis. 

Barang dagangan yang dijual di antaranya kepala monyet, tanduk kerbau, bangkai ular, boneka voodoo, kaki gajah, hingga tengkorak buaya dan anjing. Para dukun asal Afrika percaya bahwa bagian tubuh hewan dapat membangkitkan arwah sebagai bagian dari ritual voodoo. 

Meski begitu mistis dan berdebu, tapi penjual di Akodessewa Fetish Market ternyata sangat ramah. Barang dagangan yang diletakkan rapi di atas meja kayu tidak hanya dapat dibeli oleh para dukun. Soalnya, tidak jarang turis mancanegara datang berkunjung hanya untuk membeli suvenir.

Barang dagangan yang tersedia di pasar Akodessewa Fetish didapat dari seluruh suplier di kawasan Afrika Barat seperti Burkina Faso, Ghana, Nigeria, Senegal, Mauritania, Liberia, hingga Pantai Gading.

Kawasan Afrika Barat memang telah lama dikenal sebagai rumah bagi sihir ilmu hitam. Keilmuan tersebut digunakan masyarakat setempat untuk menyembuhkan penyakit hingga memenangkan perang. 

Dalam kepercayaan Voodoo, terdapat dua jenis ritual yaitu Rado dan Petro. Rado merupakan ritual yang membawa pesan kedamaian. Sementara itu, Petro lebih mengarah pada unsur kejahatan.

Source: Slate

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600