web analytics
Perjalanan Karya Iswanto Soerjanto, Fotografer Tanpa Kamera
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 25 Apr , 2018 | 09:32 WIB
Perjalanan Karya Iswanto Soerjanto, Fotografer Tanpa Kamera
Pengunjung mengamati salah satu karya yang dipajang dalam pameran Re- Definition Di Bale Tonggoh, Selasar Sunaryo Art Space, Jalan Bukit Pakar Timur, Kota Bandung, Selasa (24/4/2018). (Irfan Alfaritsi)

CIBURIAL, AYOBANDUNG.COM—Iswanto Soerjanto merupakan fotografer komersial lulusan Brooks Institute of Photography di California, Amerika Serikat.

Ragam penghargaan bertaraf internasional pernah diraihnya sejak berkarier pada 1985.

Alih-alih terbuai dengan keadaan, Iswanto justru memilih pensiun dari dunia komersial dan beralih serius mempelajari ranah fotografi seni kontemporer sejak 2014.

Di dunia baru tersebut, Iswanto tidak memerlukan seperangkat alat fotografi mewah seperti yang digunakannya dulu.

Iswanto justru merekam visual tanpa menggunakan kamera dan lensa sama sekali.

"Saya harus mencari lagi akar sejarah fotografi pada kali pertama digali untuk mengawali sebuah perjalanan di dunia yang baru. Saya memilih untuk tidak mengikuti arus zaman dengan trending digital photography yang tergelincir pada praktik dokumentasi," ujar Iswanto dalam catatannya, Selasa (24/4/2018).

Teknologi memegang peranan penting terkait pergeseran makna fotografi. Alasan yang kemudian membuat Iswanto hijrah ke ranah fotografi seni. Kini, proses fotografi menjadi sebuah kegiatan yang mudah dan murah tapi tanpa melibatkan pemikiran matang.

Dampaknya, fotografi hanya berfungsi sebagai media dokumentasi semata. Basis digital membuat fotografi justru kehilangan unsur grafi dalam pengertiannya. Pameran karya fotografi tidak lagi harus dilakukan di galeri seni karena dapat dinikmati melalui pencarian Google hingga eksplore Instagram. Tentu dengan esensi dan sensasi yang berbeda.

"Ketika memutuskan pensiun dari fotografer komersial dan terjun ke dunia seni kontemporer, saya sempat dibuat bingung dengan konten naratif dalam kecenderungan karya seni di Indonesia. Dalam pertapaan tentang fotografi kontemporer, saya melihat perkembangan praktik melalui dunia maya," ujar Iswanto.

Perenungan tersebut yang kemudian membawa Iswanto pada dua nama besar dalam dunia fotografi yaitu Man Ray dan Lazlo Moholy Nagy. Keduanya adalah seniman Bauhaus asal Cekoslovakia dan Hongaria yang hijrah ke New York menjelang Perang Dunia Kedua.

Man Ray dan Moholy Nagy mempraktikan fotogram atau teknik cetak di kamar gelap dengan cara meletakan benda di atas kertas foto, lalu menyinarinya. Dengan begitu, ketika diproses, menciptakan gambar putih pada area yang tidak terekspos oleh sinar.

Sementara area yang terekspos oleh sinar menjadi berwarna hitam. Fotogram adalah sebuah pencitraan fotografi yang dibuat tanpa menggunakan kamera dengan cara menempatkan objek di atas permukaan kertas sensitif cahaya dan di bawah sinar matahari secara langsung. Namun Iswanto memodifikasi komposisi cairan kimia sehingga dapat bekerja di kamar gelap.

Kemudian Iswanto mengamati Pierre Cordier yang menemukan metode chemigram pada tahun 1956. Chemigram merupakan teknik cetak kamar gelap yang menafikan porsi cahaya dan banyak mengekplorasi reaksi kimia.

"Hingga tahapan proses ini saya masih belum terlalu jelas kemana harus melangkah. Namun saya semakin tertarik pada karya dan praktik fotografi nonfigurative. Gambar fotografi yang saya buat semata adalah realita yang dihasilkan dari teknik masking di atas kertas foto. Entah itu dikerjakan melalui teknik fotogram atau chemigram," ujar Iswanto.

Lalu Iswanto berkesempatan mengunjungi Museum of Modern Art dan beberapa galeri seni di New York untuk melihat karya aliran abstract expressionist secara lebih dekat di tempat kelahirannya. Gerakan abstract expressionist sendiri berkembang pertama kali pada tahun 1950 di New York.

Perjalanan tersebut yang kemudian meneguhkan hati dan meyakinkan langkah Iswanto untuk menghasilkan karya seni dengan fotografi sebagai alat sekaligus media. Tidak lagi bicara soal komersialitas tapi lebih pada spiritualitas.

"Penelusuran pada akar sejarah fotografi sangat mengasikan. Banyak teknik fotografi yang dianggap usang justru masih relevan untuk dijadikan metode dalam proses berkarya. Tentunya dengan modifikasi di sana dan di sini," ujar Iswanto.

Serangkaian jejak tersebut membawa Iswanto pada sebuah kesimpulan bahwa perkembangan dan sejarah fotografi yang panjang seharusnya dapat menjadi jalan dalam menemukan kembali makna bagi kehidupan manusia. Berarti fotografi bukan hanya sekadar alat dokumentasi.

"Praktik merekam realitas yang saya kerjakan memang tidak menggunakan kamera. Sebuah metode yang saya anggap tidak umum lagi dalam proses berkarya dalam konteks keseharian. Namun yang membedakan adalah proses sebelum merekam realitas dalam pemahaman fotografi pada umumnya. Saya harus dapat menyerap apa yang tidak tergambar tanpa bisa diprediksi," ujar Iswanto.

Objek yang Iswanto rekam tidak merepresentasikan sesuatu secara verbal. Melainkan sebuah entitas tanda yang hadir lewat bayang dan bentuk. Entitas tanda yang hadir merupakan jejak rekam dari suatu realitas yang mengendap pada waktu dan ruang. Hal itu menunjukkan bahwa karya Iswanto dapat dikatakan sebagai bentuk fotografi murni.

"Karya cameraless image yang digarap Iswanto sebenarnya mengarah pada praktik meditatif melalui citra abstrak dengan sebuah tone yang berubah. Praktik ini juga berlaku pada gerakan Dansakewa oleh pelukis Korea Selatan yang muncul pada tahun 1970," ujar kurator pameran foto Re-Definition karya Iswanto, Argus FS.

Pelat fotogram dan chemigram karya Iswanto menyajikan hal yang sublim jika diamati melalui komposisi bidang serta garis bayangan. Bentuk tersebut hadir secara organis dari proses kimia yang terpapar sinar.

"Fotogram dapat diterima sebagai sebuah contoh unik yang tidak memiliki matrikulasi untuk diduplikasi atau cetak ulang. Ada beberapa isu kunci di dalam karya fotografi seni kontemporer yang digarap oleh Iswanto yaitu material, konten karya dan yang sudah diabstraksi," ujar Argus.

Editor : Adi Ginanjar Maulana
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600