web analytics
Sebanyak 3.500 Buku Daur Ulang Dibagikan di Lembang
Oleh Mildan Abdalloh, pada 20 Apr , 2018 | 18:46 WIB
Sebanyak 3.500 Buku Daur Ulang Dibagikan di Lembang
Pembagian buku di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (19/4). (Ist)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM--Sebanyak 3.500 buku pendidikan anak usia dini dibagikan kepada sejumlah sekolah anak usia dini di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (20/4/2018).

Buku tersebut diproduksi oleh Astragraphia bekerja sama dengan organisasi internasional SOS Children's Villages.

Branch Manager Astragraphia Bandung, Wempy Hatalaibessy mengatakan, sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan, pihaknya mempunyai komitmen dalam pengembangan pendidikan anak usia dini, sehingga menerbitkan sebuah buku bernama workbook.

"Workbook merupakan buku yang bagi penunjang pendidikan sekolah khususnya anak usia dini," tutur Wempy.

Buku tersebut, kata Wempy, dicetak dengan menggunakan kertas dari daur ulang, tapi mempunyai kualitas sangat baik.

"Karena dicetak dari kertas daur ulang, jadi ini juga sebagai komitmen dalam ramah terhadap lingkungan," ucap Wempy.

Workbook sendiri dibuat atas kerja sama dengan SOS Children's Villages yang konsisten terhadap pendidikan anak usia dini.

Workbook adalah program berjenjang selama tiga tahun (2017-2019) untuk menjangkau 10.000 anak usia dini di Jawa Barat dan DKI Jakarta‎. Hal ini dicanangkan guna mendukung program wajib belajar pemerintah, serta mendukung pendidikan dini anak-anak Indonesia.

Wempy menjelaskan, berdasarkan data dari UNICEF, 50% anak di Indonesia hidup dengan kekurangan konten pendidikan. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya untuk berkontribusi dalam mengentaskan masalah tersebut.

"Setiap tahun ada 3.500 buku yang disebarkan di beberapa wilayah di Jawa Barat, kali ini Lembang, Kabupaten Bandung, menjadi sasaran target workbook," ungkap Wempy.

Selain memberikan buku dengan konten pendidikan usia dini ada pelatihan kepada guru TK dan PAUD melalui metode pengajaran yang sesuai.

"Hal ini kami serahkan kepada tenaga pelatihan yang telah teruji dari SOS Children's Villages Indonesia," imbuh Wempy.

Sementara itu, Program Development Director SOS Children's Villages Indonesia, Yudi Kartiwa menjelaskan, pihaknya menerima kerja sama dengan Astragraphia karena memiliki tujuan yang sama.

"Kebetulan kami memiliki program yang sama sejak berdirinya SOS di Indonesia, ditargetkan hingga 2030 semua anak di Indonesia mendapatkan penanganan yang tepat, terutama pendidikannya," tutur Yudi.

Lembaga nonprofit asal Austria ini pun memiliki 132 anak asuhan dan 12 ibu asuh di Lembang. "Jadi ada 12 keluarga di SOS Lembang, karena satu ibu asuh memiliki 10 anak asuh atau lebih, hal itu disesuaikan dengan kamar yang ada," tutur Yudi.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600