web analytics
Sinergikan Kekuatan, Ditjen Pajak dan Bea Cukai Buat Satuan Tugas Bersama
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 16 Apr , 2018 | 13:30 WIB
Sinergikan Kekuatan, Ditjen Pajak dan Bea Cukai Buat Satuan Tugas Bersama

ASIA AFRIKA, AYOBANDUNG.COM--Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) di lingkungan Jawa Barat yaitu Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I, Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II, Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III, dan Kantor  Wilayah DJBC Jawa Barat bersinergi membentuk Satuan Tugas Bersama.

Sinergitas ini meliputi ruang lingkup kerja sama joint analysis, joint audit, dan joint investigation. Adapun joint analysis yakni upaya pertukaran informasi dan analisis bersama atas potensi penerimaan pajak, bea masuk, bea keluar dan cukai dan menargetkan wajib pajak yang berisiko tinggi.

Sedangkan joint audit adalah melakukan kerja sama untuk keperluan audit dan atau pemeriksaan di bidang perpajakan, kepabeanan, dan cukai. Joint investigation berupa kerja sama dalam proses penanganan tindak pidana di bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai.

Kepala Kanwil DJBC Jabar, Syaifullah Nasution, menyebutkan sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan antara kedua intansi. Di samping itu, sinergitas ini untuk meningkatkan pelayanan publik. 

"Artinya kami tidak hanya mengawasi tapi juga harus melakukan pelayanan sebaik mungkin, sehingga yang dilayani akan proaktif melakukan laporan ke ditjen pajak maupun ke bea cukai," ungkap Saifullah saat ditemui awak media penandatangaan Kick off di Auditorium Gedung Keuangan Negera Bandung, Senin (16/4/2018).

Saifullah juga berharap sinergitas ini bisa mencapai hasil yang optimal. Lantaran pada tahun 2017 lalu masih banyak ditemukan potensi kerja sama yang belum digali.  

"Kerja sama ini juga untuk menyempitkan peluang bagi pengusaha yang akan coba-coba mengelabui maupun tidak memberitahukan kewajibannya ke bea cukai atau ditjen pajak," tegasnya. 

Dalam kesempatan yang sama Kepala Ditjen Pajak Kanwil Jabar 1, Yoyok Sariotomo, menyebutkan pihaknya amat mengapresiasi kerja sama tersebut. Sebab, sinergi antara DJP dengan DJBC ini penting dalam upaya pengamanan penerimaan negara. Fasilitas kepabeanan dibutuhkan dunia usaha untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan membuat dunia usaha bergairah, sehingga diyakini akan meningkatkan penerimaan pajak. Namun, kata Yoyok, jika pemberian fasilitas ini tidak diawasi  dengan ketat akan berpotensi menurunkan penerimaan perpajakan. 

Oleh karena itu, diperlukan sinergi DJP-DJBC sesuai peran dan fungsinya untuk mengamankan penerimaan negara. Selain hal-hal tersebut telah disepakati kerja sama dalam meningkatkan pengetahuan sumber daya manusia di bidang perpajakan, kepabeanan dan cukai. Hal ini dirasa perlu dilakukan supaya dapat mendukung pencapaian target penerimaan serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak di wilayah Jawa Barat. #PajakKitaUntukKita .

"Tujuan kerja sama ini adalah betul-betul untuk menghilangkan peluang wajib pajak dijadikan bahan main-main," tegas Yoyok.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600