web analytics
Menurut Pakar, Ini Dampak Negatif Kerja Multitasking
pada 13 Apr , 2018 | 10:45 WIB
Menurut Pakar, Ini Dampak Negatif Kerja Multitasking
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM–Konon, menjadi pekerja di zaman kiwari harus mampu multitasking alias bisa mengerjakan berbagai tugas. Hal itu disebut-sebut bakal bikin karier si pekerja makin tokcer. Namun, siapa yang tahu jika kebiasaan multitasking justru menganggu daya memori?

Dokter spesialis saraf dari RS Pondok Indah, Jakarta, Gea Pandhita, mengatakan bahwa kebiasaan multitasking bisa berdampak negatif terhadap daya ingat seseorang. “Multitasking tidak bagus untuk ketahanan memori karena perhatiannya terpecah-pecah,” katanya di Jakarta, Kamis (13/4/2018), melansir Antara.

Multitasking, lanjut Gea, membuat seseorang sulit memfokuskan dan mencurahkan seluruh pikiran juga perhatiannya pada satu hal. Hal ini memengaruhi kemampuan ingatan jangka pendek yang lama kelamaan bisa berdampak pada ingatan jangka panjang.

Gea mengimbau, agar bisa fokus dalam mengerjakan sesuatu, pekerja perlu mengasosiasikan sesuatu dengan banyak faktor sehingga tertanam di otak. Misalnya, sulitnya mengingat satu per satu bahan yang terpisah saat berbelanja bahan makanan. “Lebih mudah bila Anda membayangkan satu menu yang terasosiasi dengan bahan-bahan yang ingin dibeli,” katanya. Dengan kata lain, kita harus punya satu tujuan untuk bisa menentukan apa saja yang harus dikerjakan.

Dengan mengasosiasikannya ke berbagai faktor, kita bisa lebih mudah mengingat bahan apa saja yang harus dibeli. Dengan kata lain, kita harus mengingat satu tujuan atau fokus untuk bisa menentukan apa saja yang harus dikerjakan.

Source: Antara

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600