web analytics
Kupat Tahu dan Lontong Kari Cicendo yang Melegenda
Oleh Fathia Uqim, pada 12 Apr , 2018 | 19:41 WIB
Kupat Tahu dan Lontong Kari Cicendo yang Melegenda

CICENDO, AYOBANDUNG.COM--Satu lagi kuliner legendaris di Bandung yang patut dicoba adalah kupat tahu dan lontong kari Cicendo Bu Yeyet. Tempat makan legendaris yang sudah berdiri sejak 1967 ini tidak pernah sepi pengunjung. Gerai laris manis setiap hari. Apalagi untuk sarapan pagi, gerai Bu Yeyet sudah dipenuhi antrean. 

Mungkin hanya di gerai kupat tahu dan lontong kari Bu Yeyet, pembeli mendapatkan nomor antrean. Yeyet membuat nomor antre dari 1 sampai 50. Tidak berhenti, nomor antrean sudah berputar sampai tiga kali putaran. 

Kini gerai kupat tahu tersebut sudah diturunkan kepada generasi kedua, yaitu Yeyet Rahmayati. Sebelumnya gerai tersebut dikenal dengan nama kupat tahu dan lontong kari Mang Aan. Tahun 80-an, Aan menaruh amanah ini kepada Yeyet. 

"Saya sudah ikut membantu sejak awal. Jadi tahu sekali bumbu-bumbu, caranya, dan semua hal di jualan kupat dan lontong kari," ujar Yeyet kepada ayobandung, saat ditemui di gerainya, Kamis (12/4/2018).

Sejak sekolah dasar, Yeyet turut membantu orangtuanya. Tahun 1950, Aan, ayah Yeyet membuka nasi rames sebelum kupat tahu dan lontong kari. Laris manis, karena di depan warung adalah tempat pembuatan SIM dan STNK saat itu. 

"Dulu mah zaman mobil dan motor masih sangat sedikit, Samsatnya di depan ini," kata Yeyet mengenang tempatnya yang berlokasi di Gang Polisi. 

Setiap pagi nasi rames ayah Yeyet dikerubungi orang yang hendak membayar pajak dan sebagainya. Saat itulah Aan memulai bisnis kupat tahu dan lontong kari. 

Tidak mudah awalnya. Aan terus menerima masukan dari teman-temannya dan orang yang suka datang ke gerainya untuk mengomentari kupat tahu yang kini melegenda. Hingga akhirnya, kupat tahu Aan yang sudah bertransformasi jadi milik Yeyet banyak diterima masyarakat.

"Banyak juga teman bapak yang dulu, bahkan cucunya yang datang ke sini. Mana kupat tahu Mang Aan? gitu katanya," ucap perempuan 53 tahun itu.

Tak susah meraup hati pelanggan. Jika sebuah masakan enak di lidah, maka promosi akan mengalir dari mulut ke mulut. Cukup terkejut, Yeyet mengungkapkan pelanggan yang datang ke gerainya dari berbagai kalangan termasuk etnis Tionghoa. Alasannya, teman Aan dulu sebagian besar adalah warga Tionghoa yang memberi saran untuk perbaikan kupat tahunya. Promosi dari mulut ke mulut inilah yang menyebabkan mereka tetap menjadi pelanggan setia kupat tahu dan lontong kari Yeyet. 

"Setiap hari bisa menghabiskan 60-100 lontong," katanya.

Lontong buatan Yeyet sendiri memang jadi favorit setiap orang.Tanpa unsur pengawet dan pijer, zat pengenyal, lontong tersebut sering habis dan dipesan oleh berbagai hotel. Satu lontong buatan Yeyet berbentuk balok yang memiliki berat 1 kilogram.

300 sampai 500 buah tahu cibuntu selalu dipesan setiap harinya. Kualitas baik tahu cibuntu membuat konsumen terus mencari kupat tahunya. Meski pernah ditawari berbagai tahu yang justru lebih mahal, Yeyet menolak. Lantaran tahu cibuntu sesuai dengan selera Yeyet, lembut dan rasanya enak. 

Meski Yeyet membuka gerainya hingga pukul 14.30, terkadang memesan kupat tahu di siang hari tidak memiliki isian yang lengkap. Misalnya, tauge yang sudah habis. 

"Setiap hari kita menghabiskan 15-20 kilogram tauge," ujarnya.

Bersama suaminya, Yeyet berjualan kupat tahu dan lontong kari di tempat  yang sama di mana dulu Yeyet membantu ayahnya berdagang. Kini, Yeyet sudah memiliki 10 karyawan yang membantu keberlangsungan sajian legendaris ini.

"Capek juga, apalagi pagi-pagi ramai. Terlebih kalau akhir pekan atau hari libur panjang, dari pagi sampai jam 12.00 enggak berhenti melayani," ucapnya.

Lokasi gerainya berada di Gang Polisi, Cicendo, Bandung. Yeyet membuka gerainya setiap hari, sejak pukul 06.00 hingga 14.30 WIB. Selain dua sajian tersebut, di sana terdapat dagangan lain seperti rempeyek atau agar-agar gula merah.
 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600