web analytics
Jadibaik, Gerakan Berbagi Sarapan untuk Kaum Duafa
Oleh Fathia Uqim, pada 10 Apr , 2018 | 09:11 WIB
Jadibaik, Gerakan Berbagi Sarapan untuk Kaum Duafa
Inisiator Jadi Baik, Zahid Izzah Robbani, saat membagikan paket makanan ke kaum duafa di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4). (Fathia Uqim/ayobandung)

SUKASARI, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah anak muda keluar membagikan sarapan kepada para pekerja yang hendak mencari nafkah: para penjual tisu, tukang parkir, pemulung, dan kaum duafa lainnya yang tersebar di jalanan Kota Bandung.

Dus dan plastik berisi makanan membawa lengkungan senyum pada orang asing yang mereka temui. Tidak ada jarak antara mereka, semua berjalan sempurna sambil menyapa dan memberi semangat. Yang penting bagi mereka adalah menjadi orang baik.

Adalah Gerakan Jadibaik, sebuah komunitas yang mengisi keluangan waktunya untuk berjalan-jalan dan memberikan manfaat bagi orang lain. Mengaku sebagai anak punya yang punya waktu senggang, mereka memutuskan untuk mencari donasi dan membelikan sarapan kepada orang yang membutuhkan.

Meski apa yang Jadibaik lakukan masih terbilang apa adanya, tapi sang inisiator, Zahid Izzah Robbani, merasa lebih baik bergerak daripada tidak sama sekali. Menurutnya, bersenang-senang bersama teman di kala muda belum tentu berfaedah kepada orang lain.

Belum terlalu lama Jadibaik bergerak, baru berjalan tiga bulan. Awalnya, gerakan ini hanya ide yang terpikirkan oleh Zahid semata. “Waktu ada ide ini saya langsung lempar ke teman terdekat,” ujar Zahid saat ditemui ayobandung.com di sela-sela pembagian paket sarapan di kawasan Sukasari, Bandung, Selasa (10/4/2018).

Gayung bersambut, delapan teman dekat Zahid menyetujui ide tersebut. “Sampai akhirnya kami berdelapan membuat Jadibaik,” ujarnya. Sejak dibentuknya pada Januari 2018, kini Jadibaik telah bergerak di Malang dan Bandung.

Selama hitungan bulan ini, bagi Zahid, berbagi hal menyenangkan adalah aktivitas seru di pagi hari bersama Jadibaik. Sebuah upaya dalam menata kesenjangan ekonomi. Pendapatan tak merata, pekerjaan yang belum mencukupi, dan ketimpangan soal kebutuhan bertahan hidup, salah satunya sarapan.

“Kita, kan, tidak tahu apakah mereka (kaum duafa) sudah makan di pagi hari atau belum. Kita sering luput dari kebiasaan wajar, yaitu sarapan. Namun, hal itu (sarapan) adalah hak mewah bagi kaum duafa,” kata Zahid menjelaskan alasan mengapa Jadibaik bergerak dalam bagi-bagi paket sarapan.

Dana yang digunakan untuk membelikan paket makanan itu didapatkan Jadibaik melalui sistem crowdfunding. Siapa pun yang tertarik dipersilakan menitipkan sebagian dananya kepada Jadibaik untuk kemudian disalurkan kepada yang lebih membutuhkan. Penyebarannya juga terbilang sederhana, dari mulut ke mulut dan melalui informasi di media sosial.

Sebenarnya, Jadibaik bukan satu-satunya komunitas yang fokus pada gerakan sosial. Sudah banyak sekali gerakan sosial yang tersebar di kota-kota. Namun, Jadibaik tak ingin hadir sebagai saingan yang menuntut ketenaran. Justru, kata Zahid, semakin banyak gerakan serupa, semakin banyak pula kegiatan positif yang menginspirasi sesama manusia. “Kami ingin memicu anak muda untuk melakukan hal yang sama,” katanya.

Meski baru berjalan tiga bulan, Jadibaik konsisten untuk bergerak sekali dalam satu atau dua pekan menyebarkan bungkus makanan pada warga yang harus memulai aktivitas di pagi hari. “Kami membantu meringankan aktivitas mereka pas cari nafkah,” ujar Zahid.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600