web analytics
Lima Tips Bagi Ibu Muda yang Sedang Hamil
Oleh Fathia Uqim, pada 10 Apr , 2018 | 06:16 WIB
Lima Tips Bagi Ibu Muda yang Sedang Hamil
Ilustrasi. (pixabay.com)
BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Saat ini, fenomena nikah muda sudah jadi hal yang biasa di kalangan masyarakat. Bahkan di kota besar, anak-anak muda yang setidaknya sudah mulai merangkak mapan, memutuskan menikah di usia 20-an bahkan kurang dari itu. 
 
Jika di desa, usai sekolah dasar bahkan tidak tamat, laki-laki disuruh bekerja, perempuan disuruh menikah. Keadaan hampir sama, namun dilatarbelakangi dengan kondisi yang berbeda.
 
Di daerah perkampungan yang jauh dari kota, rata-rata perempuan usia di bawah 17 tahun pergi ke bidan untuk melakukan persalinan. Sekarang di kota-kota besar pun banyak penanganan kehamilan di usia 20-an. Menikah di usia muda jadi alasannya.
 
“Alasan mereka menikah di usia 19-20-an adalah pencegahan. Lebih baik mencegah daripada ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata Bidan Klinik Sekarwangi Bandung, Resti Wahyu Putri.
 
Meskipun perempuan sudah matang secara biologis ditandai dengan menstruasi, namun belum tentu pada sisi psikologis. Umumnya, usia sekitar 20 ke atas sudah matang untuk menjalani kehamilan.
 
“Lebih pada persiapan mental dan pola pikir sang ibu. Jika mental belum dewasa, kasihan bayinya di kemudian hari,” ujarnya.
 
Menurut Resti, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu muda yang tengah hamil. Berikut tipsnya:
 
1. Konsumsi makan yang baik
 
Zaman sekarang mudah sekali ditemukan makanan yang beraneka ragam. Ini menjadi sorotan yang harus diwaspadai karena ibu hamil perlu makanan yang sehat, baik, bersih, dan bagus. Lantaran jajanan sudah banyak variasi dan bisa dipesan dengan mudah, awasi ibu hamil baik-baik. Jika memakan makanan yang tidak baik berlebihan, bisa memengaruhi janinnya.
 
2. Tidak perlu ketat membatasi aktivitas
 
Hamil tidak boleh beraktivitas? Tidak juga. Ibu hamil boleh beraktivitas seperti biasa apalagi di masa kehamilan yang sudah agak besar. Kecuali teruntuk kehamilan yang masih muda atau di awal kehamilan, disarankan untuk tidak terlalu lelah. Ibu hamil boleh beraktivitas setelah janin terkontrol kuat. Lakukan hal-hal seru supaya kehamilan tidak terasa membosankan.
 
3. Suami harus siaga
 
Suami tidak boleh cuek dengan kehamilan istrinya. Meskipun suami tidak mengalami kehamilan, suami perlu mengetahui segala hal tentang kehamilan. Mulai dari setiap pemeriksaan, kesiapan dalam mengurus istri, edukasi kehamilan, dan siap mengarungi bahtera rumah tangga dengan fluktuasi hormon istri yang tengah hamil.
 
4. Lingkungan sekitar harus tahu
 
Ketika seseorang hamil, sosialisasi perlu diketahui oleh tetangga. Karena hal itu sangat penting. Jika dalam keadaan darurat, suami sedang tidak ada, tetangga adalah penolong pertama. Jika tetangga mengetahui seseorang sedang hamil, setidaknya mereka akan awas ketika ada sesuatu yang terjadi pada kita. Apalagi ketika mengetahui suaminya sedang kerja, tetangga di depan atau di sebelah rumah bisa membantu.
 
5. Jangan banyak buka internet
 
Mentang-mentang zaman canggih, seringkali ibu hamil jika ada keluhan akan mencari jawaban di internet. Hal ini tidak disarankan karena jawaban di internet lebih memengaruhi pikiran negatif kepada ibu. Sebaiknya ibu hamil diet penggunaan internet dan ubah kebiasaan jadi sering membaca buku. Jika ada apa-apa, lebih baik konsultasi atau menghubungi bidan atau dokter.
Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Aerox Socmed Ayo Bandung 160x600