web analytics
Melancong Seru ke Negeri Gajah Putih
Oleh Fathia Uqim, pada 02 Apr , 2018 | 17:59 WIB
Melancong Seru ke Negeri Gajah Putih
Grand Palace Thailand. (Fathia Uqim/ayobandung)

THAILAND, AYOBANDUNG.COM--Thailand menjadi salah satu negara ASEAN yang sering dikunjungi oleh pelancong Indonesia setelah Malaysia dan Singapura. Negeri penuh dengan kuil, bunga melati, dan identik dengan gajah putih itu juga punya tempat berbelanja yang murah meriah.

Jika menengok kebudayaannya, tentu kepercayaan pada Buddha sangat kental. Sistem pemerintahannya yang berbentuk kerajaan itu membuat foto sang raja terpampang di mana-mana.

Tak heran, banyak monk yang bakal berpapasan di jalan. Monk adalah biarawan yang sepenuh hidupnya mengabdi. Mereka melalukan meditasi di kuil, tidak boleh menikah, tidak boleh melakukan seks, dan menimba ilmu.

Semasa di Thailand, saya tinggal di sebuah rumah keluarga Buddha yang taat. Setiap pagi, pemilik rumah alias bibinya teman saya selalu mempersiapkan sarapan pagi untuk biarawan. Pukul 05.30 biarawan pasti melewati rumah yang kami tinggali. Haram hukumnya, jika mereka mendahului sarapan sebelum biarawan.

Infrastruktur di Thailand tidak terlalu jauh berbeda dengan Indonesia. Namun Indonesia masih lebih rapi soal kabel listrik. Tempat pejalan kaki di Thailand, dipenuhi jajanan khas negeri tersebut. Seperti sate babi, sate seafood, atau serabi kelapa khas Thailand yang besarnya seperti jajanan telur anak SD.

Cuaca di Thailand juga cukup panas. Tak heran, banyak penjual minuman. Pedagang menaruh es di gerobaknya dengan potongan jeruk di kubus transparan. Ada minuman jeruk, gula asam, atau lemon.

Di sana juga banyak tukang jus di pinggir jalan. Mangga, pepaya, dan es serut yang menggunung membuat kerongkongan semakin haus. Biasanya segelas jus dibanderol 15-20 Baht.

Satu lagi minuman tren di sana adalah minuman herbal berbagai warna. Ada yang berwarna pink, kuning, hingga coklat. Katanya, minuman tersebut terbuat dari bunga rosela, asam, dan kandungan herbal lainnya. Beruntung, saya pergi bersama teman warga asli Thailand yang bisa bercakap bahasa Inggris. Jadi, saya tahu isi kandungan minuman tersebut. Maklum, jarang warga Thailand yang bisa bercakap Inggris.

Selama lima hari bertandang ke negeri gajah putih, saya mengunjungi beberapa tempat yang bisa dicoba jika kamu hendak melancong ke sana. Berikut ulasannya:

1. Chao Praya River

Bagi warga Bandung seperti saya, menaiki perahu sebagai moda transportasi jarang ditemukan. Namun di Bangkok, Chao Praya River adalah sungai yang disebut sebagai “River of Life”. Meski air sungainya tidak jernih, namun bersih dari sampah.  Naik perahu di sini bisa menekan pengeluaran kamu lho selama di Thailand. Karena ongkosnya cuma 18 Baht per orang kemudian bisa turun di berbagai pemberhentian. Ada lebih dari 10 pemberhentian Chao Praya River.

Perahunya cukup luas dan nyaman. Pemandangan kota yang indah membuat saya selalu ingin mengabadikan momen tersebut. Ada jembatan yang menghubungkan antara satu tempat ke tempat lain yang melintasi sungai ini.

Waktu itu saya hendak ke Grand Palace, lalu menggunakan perahu menuju ke sana. Tak jarang turis luar negeri menaiki perahu ini.

2. Grand Palace

Belum ke Thailand kalau belum ke Grand Palace. Kuil megah nan indah ini tiket masuknya cukup mahal, 500 Baht per orang. Warga Thailand tidak dipungut biaya untuk masuk ke areal ini. Pengunjung Grand Palace sungguh membludak. Katanya, 20.000 orang ke Grand Palace setiap hari.

Kebanyakan turis berasal dari China. Mereka menggunakan jasa tur yang lumayan membuat gaduh di sana. Panas terik membuat Grand Palace semakin sesak dengan manusia. Jadi, perlu ancang-ancang khusus supaya mendapat foto indah di sini.

Dari luar Grand Palace ditutupi benteng putih yang tinggi menjulang. Jalanannya rapi, bersih, dan ditata sedemikian rupa. Berbeda ketika pergi ke areal pusat perbelanjaan yang dipenuhi dengan bebauan aneh dari jajanan di jalan.

3. Platinum Fashion Mall   

Sering melihat online shop yang isinya pre order (PO) Bangkok? Platinum adalah surga barang fesyen yang dijual di toko-toko daring PO Bangkok. Kualitas kain yang bagus dibanderol jauh lebih murah dari harga di Indonesia. Keunikan pedagang baju di sana membuat semua orang rela mengelilingi tempat ini.

Harga membeli satu baju dan dua baju akan jauh dibanderolnya. Misalnya, saya membeli baju seharga 590 Baht, jika saya beli dua pedagang akan membanderol 450 Baht saja per baju. Harganya merosot drastis kan! Bahkan, sister-sister online shop sudah bekerja sama dengan berbagai pedagangdi Platinum supaya dapat harga yang dua kali lipat lebih murah. Kalau di Indonesia, jika ingin bergabung sebagai reseller, hitungan pembelian melalui kuantitas. Misalnya harus membeli dua lusin. Kalau di sini, dihitung dari total perbelanjaan. Misalnya kita bisa menjadi reseller mereka setelah berbelanja 2.000 Baht.

4. Bangkok Art and Culture Center

Mau yang gratis tapi menarik? Coba pergi ke Bangkok Art and Culture Center (BACC). Lokasinya di dekat MBK Center, sebuah mall besar di Bangkok. Setiap lantainya diisi dengan berbagai karya. Dimulai dari fotografi, lukisan, patung, dan ukiran. Areal BACC cukup luas untuk dijelajahi. Kamu bisa berfoto di setiap sudutnya yang instagramable. Selain disuguhi aneka karya seni, BACC pun memiliki tempat duduk untuk berdiskusi bersama teman.

5. Tonson Mosque

Sebagai umat Muslim, rasanya wajib bertandang ke masjid yang berada di Thailand. Salah satu masjid tempat saya salat zuhur dan asar adalah Tonson Mosque. Sebuah masjid pertama di Bangkok yang didirikan pada 1688 pada masa pemerintahan Raja Narai. Awalnya masjid ini dinamai Kudai Yai, dan dibangun dengan kayu jati dan arsitekturnya mirip dengan biara Buddha.

Dilansir halallivingthailand.com, masjid ini direnovasi pada tahun 1952 dan dibangun kembali dengan batu bata dan batu. Pada renovasi terakhir Masjid Tonson dibuat mengkilap karena masjid ini memiliki hak istimewa untuk menjadi masjid pertama di Bangkok,

Tampilan baru masjid lebih mengarah ke tampilan dan nuansa tradisional Islam. Sementara bangunan aslinya lebih mencerminkan seni dan budaya Thailand.

Cukup mudah untuk mengunjungi Masjid Tonson. Karena hanya beberapa ratus meter dari kuil terkenal "Wat Arun" . Satu lagi, di belakang Masjid Tonson ada kuburan islam lho!

Menarik bukan melancong ke Thailand? Jangan takut untuk pergi ke sana karena toleransinya cukup tinggi kepada kaum minoritas seperti muslim. Transportasinya pun cukup mudah dan nyaman. Bangkok punya The Bangkok Mass Transit System (BTS)  atau Skytrain, MRT (Subway), Airport Rail Link (ARL), Bus Rapid Transit (BRT) atau busway, tuktuk, songthaew, dan Chao Praya Express.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600