web analytics
League Of Change: Liga Perubahan Bagi Para Kaum Marjinal
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada 01 Apr , 2018 | 18:51 WIB
League Of Change: Liga Perubahan Bagi Para Kaum Marjinal

TAMANSARI, AYOBANDUNG.COM--Zakaria Dwi Putra, atau yang akrab disapa Jaka adalah seorang petugas keamanan yang bekerja di sebuah perusahaan. Hobinya bermain sepakbola.

Ternyata sejak dulu, Jaka memang sudah senang bermain si kulit bundar ini. Beruntung, ketika tahun 2016 lalu, dia menemukan sebuah ajang yang dapat mengeksplor kegemarannya dalam sepakbola ini. Namanya adalah League Of Change (LOC).

League Of Change tidak diselenggarakan di stadion yang besar. Cukup dengan lapangan futsal bawah kolong jembatan saja, Jaka beserta para peserta lainnya bisa merasakan kemeriahan dari kompetisi ini. Iya, LOC memang merupakan kompetisi sepakbola jalanan.

Sepakbola jalanan memiliki perbedaan dengan sepakbola pada umumnya. Di sini, hanya ada empat orang pemain dalam satu tim. Yang terdiri dari satu orang kiper dan tiga pemain lainnya. Dua orang bertugas sebagai pemain defence, satu lagi diplot sebagai penyerang. Biasanya, saat di lapangan, Jaka bertugas sebagai penyerang.

Jaka bukanlah seorang pemain profesional. Tapi kiprahnya di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Kompetisi LOC 2018 bukan yang pertama kali diikutinya. Ternyata dia sudah pernah mengikuti LOC di tahun 2016. Bahkan saat itu, Jaka bersama tim sepakbola jalanan Jawa Barat telah berhasil mengukir prestasi.

“Saya sempat membuat gol saat tahun 2016, tim Jawa Barat bertemu dengan tim dari Jawa Timur. Kami menang dengan skor 4-3,” ujar Jaka saat ditemui di Lapangan Street Soccer Bawet.

Dalam LOC tahun ini, Jaka bertemu dengan teman-teman baru di lapangan. Mulai dari anak jalanan, kaum miskin kota, mantan pengguna NAPZA, hingga anak-anak disabilitas. Dirinya merasa tertantang bisa mengadu si kulit bundar bersama dengan teman-teman barunya tersebut.

“Di sini bukan sekadar liga, tapi di sini adalah liga persatuan. Tidak membeda-bedakan. Semua bisa turut serta meski beberapa menganggap pesertanya adalah kaum terpinggirkan,” tuturnya.

Boleh jadi, Jaka beserta peserta LOC yang lain bukan dari kalangan profesional. Tapi kemampuan dalam menggocek bola jangan sampai diragukan!


Penggagas Kompetisi Sepakbola Jalanan Pertama di Indonesia

Kompetisi LOC merupakan kompetisi sepakbola jalanan pertama di Indonesia. LOC pertama kali digelar secara nasional di Bandung saat tahun 2012.

“Awalnya LOC diselenggarakan tahun 2012. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2013. 2017 diadakan di Surabaya, dan tahun ini tuan rumahnya adalah Lombok. Untuk tanggal 31 Maret-1 April sendiri merupakan seleksi untuk tim yang akan berangkat ke Lombok,” ujar Manajer dari LOC, Sarah Rara.

Ajang ini digagas Rumah Cemara. Sehingga para peserta yang mengikuti LOC pun berasal dari beberapa latar belakang, seperti mantan pengguna NAPZA, penyandang ODHA, masyarakat miskin kota, kaum disabilitas, anak jalanan, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini awalnya ditujukan sebagai bentuk kampanye “Indonesia Tanpa Stigma” yang digagas oleh Rumah Cemara.

“Karena sepakbola itu merupakan bahasa yang universal. Semua orang tanpa memandang bulu pasti bisa ikut. Untuk itu kami merangkul para kaum marjinal untuk ikut serta dan bersenang-senang melalui sepakbola,” kata Rara.

Selain memberikan kesempatan untuk para pesertanya berlaga di lapangan, ajang ini juga bertujuan untuk memberikan kegiatan yang produktif bagi para kaum marjinal.

“Dengan sepakbola, selain bisa mengeksplor potensi mereka dalam hal olahraga. Tapi kami juga membuat mereka (kaum marjinal) memiliki kegiatan yang positif dan produktif,” ungkapnya.

Para peserta yang mengikuti LOC tidak hanya berasal dari Bandung saja, namun dari beberapa kota lainnya, seperti Kuningan, Majalengka, Sukabumi, dan Cimahi.

“Bahkan ada satu peserta yang datang jauh-jauh dari Padang. Hal ini membuktikan bahwa antusias masyarakat yang ingin ikut LOC semakin tinggi setiap tahunnya," tutur Rara.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600