web analytics
Komunitas Bandung Cantik Berdayakan Perempuan Mandiri
Oleh Fathia Uqim, pada 29 Mar , 2018 | 12:02 WIB
Komunitas Bandung Cantik Berdayakan Perempuan Mandiri
Komunitas Bandung Cantik. (Fathia Uqim/ayobandung)

ANTAPANI, AYOBANDUNG.COM--Berawal dari salon pribadi, Novianti Sulusiah membangun komunitas Bandung Cantik MUA Community. Novi membangun salon Bandung Cantik tahun 2013. . Kepeduliannya terhadap para ibu yang pengangguran mengantarkan hatinya untuk mengadakan pelatihan kecantikan gratis.

“Capek setiap hari mengadakan pelatihan dari rumah ke rumah, akhirnya saya terpikir membangun komunitas saja. Supaya lebih terarah dan hasilnya maksimal,” kata Novi.

Tahun 2015, Novi merelakan nama perusahaan salonnya menjadi nama komunitas “Bandung Cantik”, akhirnya menjadi sebuah komunitas untuk mengembangkan perempuan Kota Bandung yang mandiri, terampil, dan produktif.

Selain bergerak di bidang kecantikan, Bandung Cantik menjadi wadah mengasah keterampilan dan diskusi ekonomi. Satu bulan sekali para anggota berkumpul melaksanakan kursus on the road. Pertemuan dalam rangka mengembangkan kemampuan make up, bicara perkembangan fesyen, hingga berbagi pengalaman bisnis.

“Kami bergerak dari mal ke mal atau taman ke taman. Selain nongkrong dan ngopi saja, beraktivitas di sini harus pulang membawa pengetahuan dan keterampilan baru,” ujarnya.

Banyak perias bergabung di Bandung Cantik. Komunitas ini menjadi wadah untuk pengarahan dan sharing sesama perias cara memulai usaha dan cara menghadapi klien yang bermacam-macam.

“Bandung Cantik jadi komunitas yang menghasilkan serta solusi bagi para ibu. Jika keluarga tengah terhimpit ekonomi, ibu bisa mandiri karena telah memiliki keterampilan,” ucapnya.

Bandung Cantik Terjun ke Dunia Anak dan Remaja

Tidak hanya membuat wadah bagi para ibu, Bandung Cantik punya wadah untuk anak dan remaja bernama Youth Grooming Community. Segmentasinya untuk anak usia tiga sampai 20 tahun. Kegiatan dilakukan di Lucky Square setiap hari Sabtu seperti modelling, grooming, make up karakter dan public speaking anak.

“Selain mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat anak, saya ingin memberikan solusi untuk menanggulangi kecanduan bermain gawai,” tegas pemilik salon yang berlokasi di Lucky Square.

Menurutnya, Youth Community fokus ke literasi budaya. Mereka akan menggali potensi anak dengan minat baca. Setelah anak membaca, hasil bacaannya akan diwujudkan dalam make up karakter. Diharapkan bacaan anak mengenai tokoh, legenda, dan budaya Indonesia khususnya Jawa Barat bisa diterapkan. Selain melestarikannya, Novi ingin menyosialisasikan tokoh atau karakter tersebut.

“Selama ini anak-anak kenal super hero dari barat. Akibatnya anak tidak kenal tokoh dan budaya suku mereka sendiri. Makanya kita lestarikan kebudayaan melalui make up karakter,” kata perempuan 39 tahun itu.

Novi berharap, setelah mewujudkan make up karakter, anak dapat membuat kostum karakter yang terbuat dari daur ulang. Selain mencintai budaya dan pengembangan minat, komunitas juga memperkenalkan untuk mencintai alam.

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600