web analytics
Kisah Menyedihkan di Balik Kartun Spongebob
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 13 Mar , 2018 | 21:44 WIB
Kisah Menyedihkan di Balik Kartun Spongebob
Karakter di film Spongebob Squarepants. (bubbleblabber).

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM -- Kuning dan selalu terlihat bahagia. Memiliki hobi yang aneh yaitu bekerja keras di Krusty Krab. Itulah Spongebob. Bersama Patrick dan Sandy, Spongebob selalu tahu bagaimana caranya untuk dapat bahagia.

Spongebob Squarepants merupakan serial kartun terbaik yang pernah dimiliki oleh Nickelodeon. Penggagas awal Spongebob adalah seorang pria peraih gelar master sarjana bidang biologi kelautan bernama Stephen Hillenberg.

Lantaran bukan orang kemarin sore di bidang kelautan, Hillenberg memiliki beragam alasan terkait penciptaan Spongebob. Walau terlihat begitu bahagia, ternyata Spongebob menyimpan latar belakang cerita yang menyedihkan dan penuh kepeduliaan. 

Kota Bikini Bottom yang menjadi latar utama dalam serial Spongebob memang bersifat fiksi. Namun beberapa episode menyebutkan bahwa Bikini Bottom berada di perairan Samudera Pasific. Rumah nanas milik Spongebob juga menggambarkan buah khas Polinesia.

Jika merujuk pada keterangan tersebut maka Bikini Bottom adalah gambaran fiksi dari sebuah tempat di wilayah Mikronesia yang menjadi bagian dari Kepulauan Marshall bernama Bikini Atoll. 

Pada masa Perang Dunia II, Bikini Atoll merupakan salah satu daerah kekuasaan Amerika Serikat. Militer Amerika berhasil merebut kawasan Kepulauan Marshall dari tangan Jepang melalui pertempuran berdarah.

Lalu pada Februari 1946, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Harry Truman berencana melakukan pengujian peledakan nuklir bom atom. Jelas pengujian tersebut memiliki risiko besar dan berdampak negatif bagi kelangsungan makhluk hidup.

Singkat cerita, Bikini Atoll dipilih sebagai lokasi eksekusi. Alasannya, karena Bikini Atoll berada jauh dari peradaban. Evakuasi seluruh penduduk Bikini Atoll dilakukan dan pada bulan Juli 1946, pengujian nuklir dilakukan.

Sebanyak 23 senjata nuklir dijatuhkan yang memiliki kekuatan seribu lebih kuat dari bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Kehancuran terjadi di sekitar perairan Bikini Attol.
Bukan hanya itu karena selama beberapa dekade kemudian, Bikini Atoll ditetapkan sebagai kawasan rawan radiasi nuklir yang tidak layak huni oleh manusia. Pasalnya, air dan makanan laut di Bikini Atoll tidak dapat dikonsumsi lantaran adanya dampak kontaminasi dari radiasi nuklir lanjutan.

Kini, Bikini Atoll memang memiliki kehidupan laut yang indah dan menunjukan pemulihan luar biasa pasca pengujian nuklir. Bahkan pada tahun 2010 lalu, Bikini Atoll ditetapkan menjadi situs warisan dunia oleh Unesco. Meski begitu, tetap saja manusia masih tidak dapat hidup dan tinggal di Bikini Atoll. 

Kisah tersebut sedikit banyak menginspirasi Hillenberg untuk kemudian menciptakan Spongebob. Spongebob merupakan bentuk kritik yang dilakukan terhadap pemerintah Amerika Serikat karena pernah menyebabkan kerusakan pada kehidupan bawah laut.

Maka tidak mengherankan jika para animator dalam serial Spongebob melakukan kreasi karakter kartun bersifat imajinatif dari dampak radiasi nuklir tersebut. Seperti contohnya karakter Mister Krab yang seekor kepiting tapi memiliki anak berwujud ikan paus. 

 

Source: Beamly/The Guardian

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600