web analytics
Menyesap Cerita di Kopi Toko Djawa
Oleh Fathia Uqim, pada 13 Mar , 2018 | 22:13 WIB
Menyesap Cerita di Kopi Toko Djawa
Suasana di dalam Kopi Toko Djawa. (Fathia Uqim/ayobandung).

BRAGA, AYOBANDUNG.COM -- Siapa yang tak kenal Toko Buku Djawa di Jalan Braga. Toko yang kini telah bertransformasi menjadi sebuah toko kopi yang ramai dikunjungi. Betapa tidak, suasana kental etnik yang berestetika menjadi tempat foto anak muda.

Toko buku itu hanya mengubah kata menjadi toko kopi. Kata “Djawa” masih menempel di kaca itu. Seakan ajaib, Djawa adalah magnet bagi anak muda kekinian yang  butuh kopi di tempat cozy. Tidak luas, namun memanjang ke dalam. Suasana hangat dari lampu kuning dan aroma kopi yang menyeruak dari dalam. Semua asyik berbincang di bangku-bangku yang berlapis kain boho, meja panjang, atau meja hanya untuk berdua.

Dedaunan dan lampu etnik menjadi sorotan. Buku-buku pun masih ada di rak buku dan meja kaca. Ada yang membaca sambil menyeruput kopi, atau tertawa sambil menyuap pastry. Murah meriah harganya. Segelas es kopi susu djawa yang naik daun ini hanya dibanderol Rp18.000. 

Alvin Januardi (28), pemilik toko kopi ini angkat bicara. Kopi Toko Djawa diracik dari tiga biji kopi; Manglayang, Puntang, Bandung Utara. Semua dicampur menjadi satu.

“Kalau kopi panasnya kami pakai biji flores,” katanya saat disambangi Ayobandung, Selasa (3/13/2018).

Alvin mengatakan, selain es kopi susu djawa ada yang juga jadi favorit, Es Kopi Awan. Bedanya ada foam di atasnya. Es kopi susunya memang dikemas dalam gelas plastik yang bertuliskan “Djawa” beserta logo merahnya.

Selain menu kopi, ada donat, croissant, hingga brownies yang manis. Tentu ini menjadi teman ngopi sederhana untuk sekadar mengobrol dengan teman lama. Kisaran harganya pun dari Rp15.000 hingga Rp30.000.

Jangan berharap ada wifi kencang sembari menunduk dalam-dalam. Tidak ada. Hanya ada buku yang sengaja berserak di meja juga tersusun di rak. Alvin memang sengaja tidak menaruh wifi di toko kopinya. Biarkan tetap aksara yang melekat di Toko Buku Djawa masih ada dalam cita rasa Kopi Djawa.

“Kami ingin semua berinteraksi di sini,” ujar lelaki asal Bandung itu.

Toko yang dibuka pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB ini terkadang suka kedatangan pelanggan lama Toko Buku Djawa. Mereka heran mengapa toko tersebut bertransformasi menjadi Toko Kopi yang dipenuhi anak muda hingga orang dewasa.

“Ya, kami bilang saja bahwa toko bukunya sudah lama tutup. Sekarang jadi toko kopi. Makanya kita tidak mau menghilangkan buku di gerai ini,” ungkapnya.

Alvin masih ingin menambah koleksi buku untuk bahan bacaan para pelanggan. Nantinya di sudut ruangan bakal ada gift shop yang diisi dengan pernak-pernik yang bisa dibeli oleh pengunjung.

“Karena bukan hanya orang  Bandung saja yang ke sini, pelancong Jakarta dan turis pun suka ngopi di sini. gift shop nya kira-kira akan ada seminggu ke depan,” tutur Alvin.

 

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600