web analytics
Wear Marda, Produsen Kaus Gamis Pertama di Indonesia
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada 26 Feb , 2018 | 15:13 WIB
Wear Marda, Produsen Kaus Gamis Pertama di Indonesia
Toko Wear Marda, Jalan Salendro, Bandung. (ayobandung/Arfian Jamul)

TURANGGA, AYOBANDUNG.COM -- Tanggal 11 Mei 2017 bisa jadi salah satu hari paling bersejarah bagi pria bernama Rd. Wikky Hafida Safrulloh, pemilik brand pakaian Muslim pria, Wear Marda. 

Kamis itu, untuk pertama kalinya produk Wear Marda terjual melalui komunikasi berbasis daring. Singkat cerita, enam bulan kemudian Wear Marda menapaki jejak sebagai salah satu brand pakaian Muslim terkemuka di Indonesia.

Perjalanan dimulai dari sebuah ide dan keinginan untuk mengikuti jejak Rasulullah dengan berniaga. Wikky, yang ketika itu sudah duduk nyaman di posisi tinggi sebagai pegawai, justru memilih meninggalkan pekerjaannya.

Lantas Wikky membangun Wear Marda. Meski terkesan spekulatif, tapi sejatinya Wear Marda lahir berkat sebuah keyakinan. "Wear Marda semata-mata ingin menjadi manfaat bagi umat," ujar Wikky singkat kepada ayobandung, Senin (26/2/2018).

Wear Marda sendiri merupakan brand pakaian Muslim pria yang mengusung konsep kasual. Artinya, meski terkesan santai dan muda, tapi Wear Marda tetap merujuk pada adab saat beribadah.

Konsep tersebut diimplementasikan nyata melalui produk bernama “Kaos Gamis Pakistan”. Perlu diketahui bahwa Wear Marda merupakan brand yang pertama kali memperkenalkan produk berjenis kaus gamis di Indonesia.

Ide tersebut lahir berkat pengalaman Wikky yang sulit menemukan gamis pria dengan harga murah di Indonesia. Saat itu, gamis pria memiliki harga rata-rata sekitar Rp250.000. Bilangan rupiah yang terbilang cukup mahal untuk segmentasi pembeli kelas menengah ke bawah.

Alih-alih mengikuti pasar, Wear Marda justru berani keluar dari zona. Produk gamisnya dijual begitu ramah dengan rata-rata Rp100.000.

"Bagaimana kalau ada pembeli yang meminta diskon? Saya tekankan kalau Wear Marda harus memberi diskon. Sekecil apapun keuntungan, itu adalah keberkahan dan harus disyukuri," ujar Wikky.

Lalu, Wear Marda berhasil mengubah mindset dari pakaian gamis yang awalnya terkesan begitu formal menjadi lebih santai dan ideal dikenakan remaja. Salah satu adaptasi yang dilakukan adalah dengan memberikan sentuhan bahan soft poly terbaik. 

Pakaian gamis sendiri berfungsi untuk menutupi bagian belakang tubuh ketika rukuk dan sujud saat beribadah salat. Selain itu juga dapat menutupi lekuk badan yang terlihat karena pola jahit pada celana.

"Ketika pakaian Wear Marda digunakan untuk beribadah, maka alangkah bahagianya saya. Jadi berpakaian bukan sekadar untuk gaya, tapi memang hanya karena mencari rida Allah. Lalu kenapa baju muslim pria? Agar tidak ada lagi wanita dalam hidup saya kecuali istri," ujar Wikky tertawa. 

Produk Wear Marda sendiri dapat ditemui di beberapa platform e-commerce dan akun Instagram @wear.marda. Namun, untuk penjelasan lebih detail tentang produk Wear Marda, silakan kunjungi situs resmi wearmarda.com.

Untuk offline store, pembeli dapat langsung mendatangi Jalan Salendro Raya No. 9 Turangga, Bandung. Sementara untuk di luar Kota Bandung, Wear Marda telah memiliki agen di Makassar, Pekanbaru, Medan, Padang, dan beberapa daerah lainnya.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media

Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600