web analytics
Hebat, Tepung Buatan Chef Ini Ramah Bagi Anak Autis
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada 22 Feb , 2018 | 17:55 WIB
Hebat, Tepung Buatan Chef Ini Ramah Bagi Anak Autis
Chef Nanda Young. (Anggun Nindita K Putri/ayobandung)

JALAN RIAU, AYOBANDUNG.COM -- Nama lengkapnya adalah Nanda Hamdalah. Pasti masih asing dengan nama ini. Tapi kalau sekarang kita sebut sebagai Chef Nanda Young, beberapa kalangan khususnya pencinta kuliner pasti sudah sangat mengenal sosoknya.

Chef Nanda Young bukanlah seperti celebrity chef lainnya yang wajahnya wara-wiri di depan layar kaca. Tapi siapa sangka, ternyata dia sudah mengukir banyak prestasi. Di balik tangan kreatifnya, Chef Nanda Young berhasil menciptakan sajian yang cocok dikonsumsi untuk anak-anak autis.

Pria kelahiran 4 September 1990 ini, mulai tertarik di bidang pastry semenjak mengambil kuliah di jurusan Tata Boga Universitas Negeri Jakarta di tahun 2008. Pada tahun yang sama, dia sudah mulai mengambil pekerjaan sampingan di dua hotel berbintang di Jakarta, yakni di Hotel Shangri-La dan Hotel Ritz Carlton.

Pada tahun 2011, jelang dirinya akan mengambil tugas akhir kuliah, dia memutuskan untuk tidak ikut serta dengan teman-temannya yang mengambil penelitian secara kolektif.

“Kalau teman-teman saya bikin skripsi itu mereka yang istilahnya ‘payungan’ bersama dosen. Jadi satu topik dibagi rame-rame. Kalau saya enggak mau seperti itu. Saya mau penelitian saya yang berbeda dan otentik,” katanya saat ditemui dalam konferensi pers acara Dapur L’AGIE Roadshow, Kamis (22/2/2018).

Inspirasi itu datang kala dia tak sengaja menyaksikan video klip penyanyi Dewi Lestari yang berjudul “Malaikat Juga Tahu”. Dalam video klip tersebut, terdapat aktor Lukman Sardi yang berperan menjadi seorang yang mengidap autis.

Setelah itu, Chef Nanda banyak melakukan riset tentang anak-anak autis. Dia mulai membuka berbagai jurnal dan literatur tentang kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus.

Dari situ, dia mendapatkan fakta anak autis tidak bisa mengkonsumsi bahan-bahan yang mengandung gluten (kandungan yang terdapat dalam tepung terigu) ataupun olahan dari susu.

“Anak-anak autis itu harus melakukan diet CFGF (Casein Free Gluten Free). Mereka tidak bisa makan sesuatu yang terbuat dari tepung terigu juga olahan dari susu,” ujarnya.

DIa pun menemukan fakta, anak-anak autis yang banyak diberikan makanan berbahan gluten maka lama-kelamaan bisa menyebabkan kebocoran di ususnya. Gluten yang masuk ke darah dan kemudian disuplai ke otak dapat membuat perilaku anak-anak autis tersebut menjadi hiperaktif.

Sayangnya belum banyak orang yang mengetahui tentang hal tersebut. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membuat produk yang gluten free. Chef Nanda pun membuat suatu penemuan, yakni tepung berbahan gluten free yang ramah dikonsumsi bagi anak-anak autis.

Formula yang digunakan oleh Chef Nanda sebagai pengganti tepung terigu tersebut adalah campuran dari tepung maizena, tepung beras, dan tepung tapioka. Adapun komposisinya adalah 1:1:1.

“Saya create sedemikian rupa sehingga rasa dan teksturnya bisa mirip dengan tepung terigu,” ucapnya.

Kemudian Chef Nanda berkreasi untuk membuat suatu kudapan yang bisa dikonsumsi anak-anak autis. Dia akhirnya memutuskan untuk membuat dorayaki yang berisi kacang merah dan ubi ungu untuk anak-anak autis.

Tak disangka, dorayaki isi ubi ungu bikinan Chef Nanda Young ternyata disukai oleh anak-anak autis.Chef Nanda bisa melihatnya langsung dari reaksi anak-anak autis tersebut saat mencoba dorayaki bikinannya.

“Saya lakukan penelitian di Rumah Autis Jatiasih Bekasi. Saya mencari makanan kesukaan anak-anak di rumah tersebut.  Akhirnya saya berhasil menemukan produk gluten free dorayaki dengan dua bahan isian berbeda, yakni kacang merah dan ubi ungu. Saya cobakan ke anak-anak autis dan mereka ternyata sangat suka.  Terutama yang isian ubi ungu,” paparnya.

Setelah berhasil membuat dorayaki, dia kemudian mencoba resep-resep berbahan gluteen free lainnya, seperti cake, cookies, dan kue bolu kukus.

Resep buatan Chef Nanda Young ini nyatanya mendapatkan respon positif dari para orangtua anak-anak berkebutuhan khusus itu. Dia tak segan-segan untuk memberikan resep rahasianya kepada para orangtua yang memang membutuhkan resep makanan yang ramah untuk dikonsumsi anak-anak autis.

Atas inovasinya tersebut, Chef Nanda Young pernah mendapatkan gelar Pemuda Pelopor Pangan di kota kelahirannya, Bekasi, pada tahun 2014 dan 2016.

 

 

Editor : Andri Ridwan Fauzi
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Nmax Socmed Ayo Bandung 160x600