web analytics
Golongan Manusia yang Paling Sering Digigit Nyamuk
pada Feb 11, 2018 | 18:18 WIB
Golongan Manusia yang Paling Sering Digigit Nyamuk
Ilustrasi nyamuk. (Pinterest)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Digigit nyamuk adalah yang paling mengganggu. Membikin kamu kaget karena tiba-tiba tangan atau kakimu penuh bentol. Gemas rasanya untuk menggaruknya sampai luka.

Tapi kamu perlu tahu bahwa tidak semua nyamuk doyan menggigit kulit manusia. Dan, tidak semua jenis manusia pula bikin nyamuk ingin menggigit.

Perlu diketahui, nyamuk sebenarnya tertarik pada karbon dioksida yang dibawa manusia atau hewan lain saat bernapas. Hal itu diketahui melalui beberapa penelitian yang menyatakan jika nyamuk tertarik pada emisi karbon dioksida.

Nyamuk bisa tahu kadar karbon dioksida yang dimiliki melalui bau badan dan kemampuan nyamuk untuk merasakan hawa panas.

Ada beberapa golongan manusia yang menjadi target nyamuk. Melansir Science Trends, berikut beberapa golongan manusia yang mudah membuat nyamuk tertarik.

 

#1 Golongan darah O

Salah satu hal yang mempengaruhi keinginan nyamuk untuk menggigit adalah golongan darah. Setidaknya beberapa penelitian menemukan jika mereka dengan golongan darah O mudah membikin nyamuk tertarik dibandingkan dengan orang lain bergolongan darah A atau B.

Faktanya, jenis darah berbeda, maka kadar gula dan senyawa yang dimiliki pun berbeda. Periset meyakini adanya kadar gula dalam golongan darah O sangat menarik bagi nyamuk.

#2 Asam laktat yang tinggi

Studi menemukan bahwa tingkat asam laktat yang tinggi di kulit manusia meningkatkan daya tarik mereka di hadapan nyamuk.

Tingkat aktivitas seperti seberapa sering seseorang berolahraga mempengaruhi produksi karbon dioksida dan asam laktat. Sering mengikuti aktivitas berat juga membikin kamu menjadi target nyamuk.

Asam laktat, ammonia, dan asam urat, semuanya dilepas pada keringat. Suhu tubuh yang tinggi juga diperkirakan mampu menarik nyamuk. Dan, suhu tubuh seseorang akan meningkat saat berolahraga.

#3 Wanita hamil

Wanita hamil mungkin mendapat lebih banyak gigitan nyamuk daripada orang lain. Soalnya, wanita hamil cenderung mengeluarkan napas sekitar 20% lebih banyak, yang berarti mereka melepaskan sekitar 20% lebih banyak karbon dioksida.

Kehamilan juga meningkatkan jumlah darah di dekat permukaan kulit. Hal itu membuat suhu tubuh wanita hamil lebih hangat daripada umumnya.

#4 Gemar minum alkohol

Penelitian lain menunjukkan jika kebiasaan minum alkohol pada seseorang dapat membuat nyamuk tertarik. Kendati demikian, penelitian ini dilakukan dalam skala kecil.

#5 Orang yang mengenakan pakaian berwarna merah atau hitam

Penglihatan nyamuk sebenarnya tidak terlalu kuat. Namun, nyamuk bisa menggunakan penglihatannya untuk mencari target. Orang yang berpakaian dengan warna yang membuat mereka tertarik seperti hitam dan merah mudah digigit nyamuk. Mereka mungkin mendapati dirinya lebih sering digigit nyamuk daripada orang lain yang mengenakan pakaian warna oranye, hijau, atau warna cerah lainnya.

#6 Bakteri

Bakteri dalam kulit juga bisa mempengaruhi seberapa besar kemungkinan nyamuk menggigitmu. Sebuah studi pernah menemukan jika sejumlah besar jenis bakteri kulit tertentu berdampak pada kemungkinan seseorang digigit nyamuk. Hal ini menjelaskan mengapa nyamuk sering menargetkan daerah tubuh seperti kaki yang ditinggali koloni bakteri.

Source: Science Trends

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600