web analytics
Kenangan Kuncen Wisma Dharma Bakti soal Persib di Zaman Perserikatan
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada Feb 08, 2018 | 18:09 WIB
Kenangan Kuncen Wisma Dharma Bakti soal Persib di Zaman Perserikatan
Sujudin. (Anggun Nindita/ayobandung)

JALAN BALI, AYOBANDUNG.COM -- Sujudin (63) baru saja membereskan pekerjaannya. Sehari-hari ia bertugas untuk menjaga, merapikan, dan memastikan bahwa lingkungan di Wisma Dharma Bakti selalu bersih dan tertata.

Tapi sore itu, Pak Iyud, begitu sapaan akrabnya, ingin santai sejenak. Sambil menyalakan sebatang rokok, ia mempersilakan saya duduk di dekatnya.

Ia bercerita Wisma Dharma Bakti bukan wisma biasa. Wisma tersebut adalah milik Kementerian Pertahanan RI. Tak heran jika tamu yang menginap di wisma yang terletak Jalan Bali tersebut adalah orang penting. Pak Iyud sendiri mengaku sudah tidak asing lagi untuk berinteraksi dengan para orang-orang penting tersebut.

Selain sebagai tempat persinggahan penggede bangsa di Bandung, Wisma Dharma Bakti adalah saksi bisu perjalanan Maung Bandung.

Pak Iyud mengenang pada tahun 1984-2008 menjadi tahun-tahun yang menyenangkan baginya karena ia bisa dekat dengan keluarga besar dari tim sepakbola kebanggan masyarakat Jawa Barat. 

“Iya Persib pernah nge-mess di sini dari tahun 1984-2008. Sebelum mereka pindah ke Sidolig,” kenang Pak Iyud.

Dirinya menjadi salah satu saksi perkembangan tim Maung Bandung dari masa ke masa. Mulai dari masa keemasan di Piala Perserikatan hingga Persib di masa Liga Indonesia.

Di Wisma Dharma Bakti yang luasnya sekitar 700-800 meter persegi ini, ia membantu mengurus 22 kamar yang dipakai sebagai tempat istirahat para pemain Persib. Wisma Dharma Bakti terdiri dari dua lantai. Namun semua pemain Persib menggunakan kamar yang berada di lantai bawah. Sedangkan sisa kamar yang ada di lantai atas untuk disewakan.

Dengan semangat, Pak Iyud mengajak saya berkeliling menunjukkan kamar yang digunakan oleh para pemain. Meski tak lagi muda, tapi nyatanya ingatan Pak Iyud masih baik. Ia masih ingat nomor-nomor kamar yang dipakai oleh para pemain Maung Bandung.

“Kamar nomor 109 itu pernah dipakai Hilton Moreira. Kalau pemain senior Yudi Guntara ada di kamar nomor 115,” katanya.

Pak Iyud lantas mempersilakan saya untuk melihat bagain dalam kamar. 

Suasana dalam kamar terbilang nyaman dengan tempat tidur berukuran besar. Selain itu terdapat lemari, satu buah kursi panjang, meja kecil, dan lemari es. Di setiap kamar juga terdapat fasilitas pendingin ruangan.

Dalam satu kamar digunakan oleh dua pemain, kecuali untuk pemain asing. Pak Iyud menyebutkan, pemain asing mendapatkan kamar yang ukurannya lebih luas dibandingkan pemain lokal.

Kamar-kamar ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terletak dekat dengan pintu masuk wisma. Kemudian bagian yang kedua terletak di bagian yang dekat dengan sebuah taman kecil.

Selain kamar, terdapat juga ruang makan. Di dalam ruang makan terdapat satu meja panjang yang bisa digunakan untuk 12-15 orang. Di belakang ruang makan terdapat dapur. Tak jarang, Pak Iyud pun diajak para pemain untuk sekedar ngopi bareng.

Kalau bosan dengan makanan mess, Pak Iyud bersama para pemain sering makan nasi timbel dan soto yang berjualan di depan Wisma Dharma Bakti ini. Kedai nasi timbel tersebut, kata Pak Iyud menjadi favorit bagi pemain Persib, Zaenal Arif.

Bukan cuma dengan para pemain, Pak Iyud juga dekat dengan para pelatih dan staf Persib di masa lampau. Beberapa pelatih asing, seperti Arcan Iurie pun sering mengajaknya ngobrol.

“Dulu para pejabat Persib, seperti Pak Yossi (Yossi Irianto) yang dulu menjabat jadi manager Persib juga suka main ke sini. Pada zamannya Pak Dada (Dada Rosada), beliau juga suka main ke sini,” ucapnya.

Saksi Bisu Kemenangan dan Kekalahan Persib
Ketika Persib menjadi juara di Piala Perserikatan 1994 dengan mengalahkan PSM Makassar, Wisma Dharma Bakti ramai dikunjungi oleh bobotoh. Pak Iyud beserta para staf mess pun dibikin kelimpungan. Pasalnya bobotoh yang datang dalam jumlah yang sangat banyak.

“Waktu itu mereka (bobotoh) banyaknya mencari Yudi Guntara dan Sutiono. Soalnya waktu itu mereka yang cetak gol,” katanya.

Sebagai rasa syukur, manajemen Persib kala itu mengadakan sebuah hajatan sederhana di mess. Tumpengan, begitulah yang diingat oleh Pak Iyud.

“Dulu pemain yang suka dicari itu pemain asing. Seperti Hilton (Moreira) dan Redouane Barkoui,” ucapnya.

Kalau saat Persib menang, mereka mengadakan makan-makan. Lain halnya ketika mereka kalah. Menurut Pak Iyud, suasana mess menjadi sangat sepi. Karena pemain lebih memilih untuk diam dan tidak keluar dari kamar.

“Kalau kalah mereka mah pada nyumput. Mess nya jadi sepi,” ujarnya.

Mess Persib Lama Masih Sering Dikunjungi oleh Mantan Pemain Persib
Meski kini mess Persib sudah resmi pindah ke Sidolig, tapi Wisma Dharma Bakti sepertinya masih kuat dalam ingatan para mantan pemain Persib. Pak Iyud sendiri mengaku masih sering dikunjungi oleh beberapa mantan pemain Persib, seperti Adeng Hudaya, Yudi Guntara, dan Asep Dayat.

Pak Iyud mengatakan ia masih sering diajak makan nasi timbel bareng Zaenal Arif, jika pemain yang sekarang menjadi PNS itu sedang berkunjung ke mess.

Mantan pelatih Persib yang kini sukses jadi pelatih baru PSMS Medan, Djajang Nurdjaman, beberapa tahun lalu masih menemuinya.

“Waktu Pak Djajang belum jadi pelatih, dia juga suka ke sini,” katanya.

Selain Djanur, beberapa pemain Maung Bandung yang memperkuat tim Persib 2018 seperti Atep, Wildansyah, dan Hariono masih diingat baik olehnya. 

Pak Iyud mengaku senang memiliki banyak kenangan dengan para pemain Persib. Walaupun ia tidak lagi mengenal banyak pemain Persib pada generasi yang sekarang, namun dirinya masih tetap mengikuti Persib. Ia bersama para penjaga mess lainnya masih sering menonton pertandingan Persib di layar kaca.

Ia menambahkan rindu tim Maung Bandung bisa menjadi juara lagi. Alasanny, agar mess menjadi ramai kembali saat Persib menang dan bisa tumpengan lagi bersama para pemain

“Semoga Persib bisa juara lagi ya. Saya rindu Persib. Saya rindu tumpengan dan makan ramai-ramai di sini,” tutur Pak Iyud.

Editor : Andres Fatubun
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600