web analytics
Perjalanan Sys NS, DJ Terbaik dan Kader Partai Demokrat
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada Jan 23, 2018 | 14:39 WIB
Perjalanan Sys NS, DJ Terbaik dan Kader Partai Demokrat
Sys NS. (Instagram @sys_ns)

TURANGGA, AYOBANDUNG.COM – “Mas Sys NS, besok acara buat Mas Yockie mau pakai kaos size apa?” Begitu tulis Adib Hidayat dalam akun Twitternya siang ini, Selasa (23/1/2018).

Tulisan itu muncul bersamaan dengan sebuah screenshoot pesan Adib untuk Sys NS dalam aplikasi WhatsApp. Isinya, “Mas, apa kabar? Besok hadir ke konser buat Yockie (Suryo Prayogo)? Tak bawain kaos Mas Yockie ya. Size apa?”  Pesan itu dikirim pukul 12.46 WIB, tepat ketika Sys NS baru saja mengembuskan napas terakhirnya.

Tak ada yang menyangka. Ia dikabarkan tiba-tiba pingsan tergeletak di dalam rumah saat ia tengah bersiap menemui Ian Antono. Padahal, Sys sebelumnya berencana untuk hadir di konser amal untuk pentolan God Bless, Yockie Suryo Prayogo, yang kondisi kesehatannya semakin mengkhawatirkan.

Kepergian Sys NS itu membikin banyak orang kaget. Di linimasa Twitter misalnya, topik kepergian Sys NS menjadi trending topic. “Innalillahiwainnalillahirojiun.. om @Sys_NS Ya Allah enggak nyangka banget,” tulis pemilik akun @rezaphlv. Berbagai ucapan duka muncul, baik dari kalangan pegiat dunia musik dan hiburan, juga kalangan politisi.

Tak aneh. Nama Sys NS memang dikenal dalam dua dunia, hiburan dan politisi.

Beberapa tahun ke belakang, ia didapuk sebagai pembawa acara program “Radio Show” di TV One. Program itu memberikan wadah showcase bagi musisi-musisi Indonesia.

Bukan hanya untuk musisi papan atas yang namanya sudah kesohor, tapi Sys juga memboyong beberapa band independen dari berbagai kota. Beberapa band dari Kota Bandung pun tercatat pernah diboyong ke sana. Sebut saja Deu Galih & Folks, Astrolab, dan masih banyak lagi.

Sys memang punya perhatian untuk dunia hiburan, terlebih musik. Bagaimana tidak, pria yang lahir di Semarang, 18 Juli 1956 itu pernah didapuk sebagai disc jockey (DJ) terbaik di Indonesia. Profesi DJ itu dilakukannya selepas ia berpisah dari orang tuanya di Semarang. Untuk menambah uang jajan saat menjadi mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Namun, rupanya melakoni profesi DJ tak semudah yang dikira. Sys kemudian meninggalkan bangku kuliah demi fokus pada profesinya sebagai seorang DJ. Tak disangka, pengorbanannya meninggalkan bangku kuliah itu berujung pada penghargaan The Best of Disc Jockey Indonesia pada tahun 1975.

Setelah melepas status mahasiswanya, pria yang meninggal di usia 61 tahun ini mencoba berbagai profesi di dunia hiburan. “Palugada”, apa yang lu mau, gue ada. Jadi penulis skenario, sutradara, pemain film, bahkan komedian. Saat berkarier di radio Prambors, Sys pernah tergabung bersama kelompok komedi Sersan Prambors bersama dengan Muklis Gumilang, Pepeng, Krisna Purwana, dan Nana Krip.

Meski nama Sys begitu kesohor di dunia hiburan, tapi jangan salah, namanya juga harum di kancah politik Indonesia. Pada tahun 2017 lalu, Sys pernah disebut mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dalam channel YouTube pribadi miliknya, Sys bahkan membuat edisi khusus bincang-bincang bersama Ahok dalam beberapa episode.

Awal mula karier politik Sys adalah Partai Demokrat, organisasi politik yang menaunginya pada awal 2000-an. Ia masuk dalam jajaran para pendiri partai yang dipimpin oleh mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahkan, Sys juga pernah maju sebagai kandidat Ketua Umum Partai Demokrat. Salah satu kampanyenya, ia meluncurkan buku biografi berjudul Sys NS : Yesterday, Today, & Tomorrow pada 2005 silam. Tapi sayang, pada kongres di Bali bulan Mei 2005, Sys kalah. Alhasil, di penghujung tahun 2005, ia mundur dari partai berlambang bintang mercy itu. Gara-garanya, visi dan misi yang sudah tak sejalan.

Tapi tak apa, toh, hingga kini Sys tetap ada di Partai Demokrat. Kemampuan Sys dalam bermusik cukup berjasa bagi partai itu. Untuk menciptakan himne Partai Demokrat. Lagu yang sampai sekarang mungkin masih dilantunkan setiap kader Demokrat berkumpul.

Editor : Asri Wuni Wulandari
element line orangeARTIKEL TERKAITelement line orange

Komentar

Populer
Social Media
Yamaha Mio S Socmed Ayo Bandung 160x600