Yamaha NMax

Sudah 3 Hari, Ribuan Rumah di Baleendah Masih Terendam Banjir

  Jumat, 09 November 2018   Mildan Abdalloh
Banjir Baleendah, Kabupaten Bandung (ayobandung.com)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM--Banjir yang menggenang kawasan Bandung Selatan sejak tiga hari lalu membuat ribuan rumah di Kabupaten Bandung terendam banjir.

Dari pantauan, banjir masih menggenang sejumlah jalan di Kecamatan Baleendah dengan ketinggian antara 30 sentimeter sampai 1,3 meter.

Jalan yang terendam banjir antara lain Jalan Andir-Bojongmalaka, Jalan Anggadireja, dan sejumlah jalan lain yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot.

Dansektor 7 Satgas Citarum Hamur, Kolonel Kav Purwadi mengatakan, genangan air masih terlihat di wilayah Baleendah dengan ketinggian air antara 100 hingga 130 sentimeter.

AYO BACA : Banjir Cipatujah: Korban Tewas Menjadi 5 Orang

Air menggenang sedikitnya di empat RW Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, yakni RW 6,7,9, dan 13.

"Menurut hitungan kami, ada 2.150 rumah yang terendam banjir," tutur Purwadi, Jumat (9/11/2018).

Dia menyebut 2.437 kepala keluarga atau 7.712 jiwa terdampak oleh banjir di kawasan tersebut.

"Saat ini juga mulai ada pengunsi di Gedung Inkanas sebanyak 14 KK 37 orang jiwa," kata Purwadi.

AYO BACA : Hujan Deras, Wilayah Kacapiring Banjir Setinggi Perut Orang Dewasa

Ia melanjutkan, selain menggenangi pemukiman warga, banjir juga merendam berbagai fasilitas umum. Di antaranya tujuh masjid yang ada di RW 9, 7, dan RW 13. Kemudian SDN Andir 1 RW 9 Kampung Jambatan Cigosol Kelurahan Andir.

"Di Kecamatan Dayeukolot. Hingga pukul 09.00 WIB ketinggian air antara 50 hingga 100 sentimeter. Wilayah yang terendam di RW 1,2,3,4,5,8,12,13 dan RW 14 Desa Dayeuhkolot. Jumlah rumah yang terendam sebanyak 3.752 dengan 4.223 KK dan 13.549 jiwa. Saat ini pengungsi ada di Masjid As-Sofiah sebanyak 12 KK, 40 jiwa. Sementara di Kantor Desa Dayeuhkolot sebanyak 25 KK 75 jiwa," ujarnya.

Dedah (35) salah seorang warga Kampung Caringin Cibadak mengatakan, air merendam permukiman mereka sejak Rabu (7/11/2018).

"Hujannya terus turun, jadi air tidak surut juga," ujarnya.

Sebagian warga yang rumahnya terendam sudah mengungsi di rumah sanak saudara dan di sebuah tempat pengungsian di RW 04, Kampung Cileuweung, Kelurahan Andir.

Dedah mengatakan, luapan air dari Sungai Citarum ini seolah tak kunjung surut. Hujan deras di wilayah Baleendah dan Bandung Raya masih terus terjadi. Padahal, kata dia, saat ini baru memasuki musim hujan.

"Ini baru mulai musim hujannya sudah begini. Apalagi nanti bisa lebih parah lagi," ujarnya.

AYO BACA : Masuk Musim Hujan, Ini Imbauan Ridwan Kamil

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar