Yamaha NMax

Preman Tobat: Jatuh-bangun Kang Murad Keluar dari Jerat Dunia Malam (Bag. 2)

  Jumat, 09 November 2018   Nur Khansa Ranawati
Kang Murad atau Denny Firdaus (ayobandung.com/Nur Khansa)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Terbukti, ketika Kang Murad alias Denny memutuskan untuk tak lagi berkecimpung di dunia malam, pekerjaan demi pekerjaan menghampirinya.

Dia kemudian bergabung dengan salah satu agensi bodyguard di Kota Bandung. Di sana dirinya kerap mendapat tugas mengawal selebriti-selebriti tanah air yang berkunjung ke Kota Kembang.

Anggun C. Sasmi dan Sule adalah beberapa nama yang pernah mendapatkan pengawalan dari Denny dan kawan-kawan.

"Kalau ada konser-konser musik biasanya juga ikut mengamankan," ujarnya.

Tak sampai di sana, dia dan juga empat rekannya pernah mengawal habib dari Yaman, Umar bin Hafidz beserta rombongannya. Denny mengaku, kala itu acara pertemuan Habib Umar dengan para jemaah di bilangan Kebon Kalapa akhirnya berjalan mulus.

Dari agensi tersebut, dirinya kemudian berpindah ke Elite Bodyguard Bandung. Di sanalah dirinya bertemu Kang Pipit alias Firmansyah Pirta.

AYO BACA : Preman Tobat: Jatuh-bangun Kang Murad Keluar dari Jerat Dunia Malam (Bag. 1)

"Sama Kang Pipit juga sempat tergabung di Perisai Merah Putih. Nah, dari sana saya dipanggil untuk main di Preman Pensiun," ungkapnya.

Berdamai dengan Ibu

Sejak dulu hingga beberapa tahun belakangan, Denny memang tidak pernah dekat dengan ibunya. Dia selalu enggan berkomunikasi dengan ibudanya. Meski tinggal satu atap, dia mengaku jarang bertemu.

"Yah, bisa dibilang waktu itu saya durhaka kali ya," ucapnya.

Namun, hal tersebut berubah semenjak dirinya bergabung dengan tim Preman Pensiun.

Denny bercerita, ibunya bahkan tidak pernah percaya anaknya masuk televisi, hingga akhirnya para tetangga kerap menanyakan dirinya pada sang ibu.

AYO BACA : Preman Tobat: Kemod, Penguasa Jalanan Bandung yang Sering Masuk Bui

"Enak atuh bu sekarang mah, Denny-nya masuk tv terus," tiru Denny memeragakan omongan tetangga.

Dia mengaku, Preman Pensiun menjadi titik balik baginya untuk semakin berjalan ke arah yang lebih baik. Hidupnya sejak itu mulai berbalik 180 derajat. Denny akhirnya kembali teringat pada doa sang kakek juga ibunya.

Denny bahkan sempat mencuci kaki ibunya untuk meminta maaf setelah diberi nasihat oleh salah seorang ulama.

Kuatkan Niat

Ketika ditanya apa tips bagi preman agar bisa berjalan ke arah yang lebih baik, Denny mengatakan, niat adalah salah satu kunci utama.

"Ketika saya sudah niatkan untuk berhenti, ya bisa. Meskipun memang tidak mudah. Itu ujian," jelasnya.

Dirinya juga berpesan, tidak usah khawatir kehilangan pekerjaan bila berniat mencari yang lebih baik.

"Kalau ada niatan hijrah ke arah yang lebih baik kenapa tidak. Di luar sana masih banyak (pekerjaan) yang lebih bagus. Disyukuri saja. Kerjaan apa pun yang penting halal," pungkasnya.

AYO BACA : Preman Tobat: Iskandar Bule, Manusia Tersangar di Bandung Tempo Dulu (Bag. 1)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar