Yamaha NMax

Berita Pilihan: Banjir Melanda Kabupaten Bandung

  Jumat, 09 November 2018   Rizma Riyandi
Berita Pilihan. (Defrina Miftahurrahma/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah jalan di Kabupaten Bandung terputus akibat banjir yang menggenang di kawasan Bandung selatan.

Pantauan pada Kamis (8/11/2018) pagi, sejumlah jalan tergenang oleh air banjir. Seperti di Jalan Andir-Rancamanyar, Kecamatan Baleendah yang terendam air setinggi satu meter. Akibatnya jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Untuk melaluinya, warga harus menggunakan perahu atau andong.

Banjir juga menggenang di jalan Anggadireja, tepatnya di simpang Anggadireja-Jalan Siliwangi atau Kampung Cieunteung, Kecamatan Baleendah.

Di jalan tersebut air banjir menggenang setinggi 40 sentimeter. Walaupun masih bisa dilalui, namun hanya kendaraan jenis tertentu yang bisa melintas. Sementara itu, kendaraan roda dua hampir tidak bisa melintas di Jalan Anggadireja.

Akibat banjir menggenang jalan, pada pagi hari sempat terjadi antrean kendaraan. Namun, antrean sudah kembali terurai kira-kira pukul 09.00 WIB.

Jalan terputus akibat banjir juga terjadi tadi malam, ketika hujan mengguyur deras. Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Margahayu terputus akibat air banjir merendam jalan.

Seperti di Jalan Raya Kopo Sayati, air setinggi 40 sentimeter sempat menggenang jalan tersebut tadi malam. Akibatnya banyak kendaraan yang mogok karena memaksakan menembus banjir.

AYO BACA : Akibat Banjir, Sejumlah Jalan di Kabupaten Bandung Terputus

Jalan Muhammad Toha juga tadi malam terendam oleh banjir dan menyebabkan jalan terputus.Hal yang sama juga terjadi di Jalan Cibaduyut. Air setinggi 30 sentimeter sempat menggenang di bawah jembatan tol Purbaleunyi.

Oleh karena itu, BPBD segera memantau potensi banjir di 31 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Bandung.

Kami semua me-monitoring kondisi di semua kecamatan. Saling memberi kabar potensi banjir lewat HT, telepon, dan media sosial, ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Akhmad Djohara.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat. Hal ini dilakukan untuk menyinergikan aktivitas penanggulangan bencana agar lebih efektif dan efisien.

Akhmad menuturkan, penyebab banjir adalah hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak 8 November 2018 pukul 00.30 WIB.

Hingga pukul 01.00 WIB hujan masih berpotensi turun di beberapa wilayah Bandung. Di antaranya di Cikalong Wetan, Cipeundeuy, Cipatat, Batujajar, Gunung Halu, Cililin, Pasir Jambu, Rancabali, Soreang, Ketapang, Margaasih, Kota Cimahi, Dayeuh Kolot, Pamengpeuk, Baleendah, Kota Bandung, Kota Cimahi, Padalarang, Lembang, Cisarua, Cipatat, Cikalongwetan, Rongga, Ciwidey, Padalarang, Ngamprah, Cisarua, Cipongkor, Cipongkor, dan Sindangkerta.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, empat wilayah yang terkena banjir yaitu Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Desa Andir, dan Kecamatan Baleendah. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat bencana kali ini.

Alhamdulillah nihil korban jiwa. Tapi dampaknya Desa Bojongsoang terendam air setinggi 30 sampai 40 cm. Sementara di Desa Andir, ketinggian air mencapai 15 sampai 70 cm, papar Akhmad.

AYO BACA : Dilanda Banjir, BPBD Kabupaten Bandung Segera Pantau 31 Kecamatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar