Yamaha NMax

Preman Tobat: Lika-liku Perjalanan Kang Pipit, Si Penunggu Terminal (Bag. 2)

  Kamis, 08 November 2018   Nur Khansa Ranawati
Kang Pipit (ayobandung.com/Nur Khansa)

AYO BACA : Preman Tobat: Lika-liku Perjalanan Kang Pipit, Si Penunggu Terminal (Bag.1)

AYO BACA : Preman Tobat: Iskandar Bule, Manusia Tersangar di Bandung Tempo Dulu (Bag. 1)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM--Lama melintang di dunia premanisme, ternyata tak membuat Ica betah. Ia pun terus berkelana ke berbagai bidang pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup dan hasratnya mengembara.

Pria yang juga bergabung dengan sejumlah organisasi masyarakat di Kota Bandung seperti Sunda Wani dan Benggala ini sempat ditawari rekannya untuk menjadi wartawan.

Ia diminta temannya untuk menulis berita-berita kriminal di tabloid bulanan Buser News. Tanpa pikir panjang, Ica mengiyakan tawaran tersebut dan sempat bertugas meliput peristiwa kriminal di lapangan selama 6 tahun.

Selama menjalani tugasnya tersebut, Ica mengaku malah banyak terlibat membantu menyelesaikan perkara orang lain ketimbang sekadar menulis.

"Seperti masalah orang yang ditagih-tagih leasing motor, malah Kang Pipit bantu selesaikan. Kasihan kan," jelasnya.

Kenyang berurusan dengan peristiwa kriminal, dirinya banting setir ke dunia lainnya. Ica pun memutuskan bergabung dengan Elite Bodyguard Bandung.

Tempat ini menjadi saksi perubahan nasib Ica. Di tempat itulah Ica ditawari bermain sinetron "Preman Pensiun".

Saat itu, Denny Firdaus alias Kang Murad juga sudah menjadi salah satu rekan kerjanya sebagai bodyguard.

"Ketika tim 'Preman Pensiun' disodori foto tim Elite Bodyguard, asisten sutradaranya memilih saya karena katanya saya yang paling jelek," kenangnya sambil tak kuasa menahan tawa.

Namun, siapa sangka, wajah sangar nan kocak itulah yang akhirnya mengantarkan karier ayah empatĀ anak ini melejit hingga ke layar lebar.

AYO BACA : Preman Tobat : Jatuh-bangun Kang Murad Keluar dari Jerat Dunia Malam (Bag.1)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar