Yamaha NMax

Hari Pahlawan: Memaknai Nilai Kepahlawanan di Era Milenial

  Kamis, 08 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi Hari Pahlawan setiap 10 November.(BNPT)

Setiap tanggal 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan ini diambil dari Peristiwa Arek-Arek Suroboyo pada 10 November 1945 sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan terhadap kolonialisme dan imperialisme di Indonesia.

Memaknai hari pahlawan adalah hal penting karena merupakan bentuk penghargaan kita terhadap jasa para pahlawan yang mempertahankan NKRI.

Memang memaknai nilai-nilai kepahlawanan saat ini tidak harus dengan mengangkat senjata dan tidak harus turun di medan perang. Namun, dengan menjaga negara Indonesia tetap utuh pun salah satu bentuk menghargai atas hasil perjuangan pahlawan.

Nilai kepahlawanan ini dikemukakan oleh Hook (1997), seseorang yang menemukan masalah atau dihadapkan oleh peristiwa yang memiliki konsekuensi yang mendalam jika ia tidak bertindak sesuai dengan apa yang dilakukannya.

Perbedaan seorang pahlawan sebagai seseorang yang penting dalam sejarah, dan sebagai seseorang yang membuat sejarah kemudian dikemukakan oleh Thomas Carlyle (1899) manusia dapat menjadi seorang pahlawan atau orang-orang besar dan seorang pahlawan yang dipuja oleh rakyatnya karena jasanya dalam tindakannya terhadap membela kebenaran.

Kemudian terdapat beberapa pahlawan yang terkenal dan diakui secara nasional seperti Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Jenderal Sudirman, Teuku Umar, Imam Bonjol, Cut Nyak Dien, R.A Kartini, Dewi Sartika, Otto Iskandardinata dan di tingkat lokal seperti Mohammad Toha, Mohammad Ramdan, Sersan Bajuri, Kapten Abdul Hamid.

Mereka semasa hidupnya secara tulus memperjuangkan Indonesia lepas dari Kolonialisme dan Imperialisme Barat hingga Indonesia Merdeka. Maka tidak hanya dalam peringatan 10 November kita harus memaknai hari pahlawan, namun di hari yang lain pun kita harus menghargai jasa para pahlawan kita dengan cara kita sendiri.

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala (Bag.2)

Memaknai Nilai Kepahlawanan di Era Milenial

Era milenial ini tantangannya berbeda dengan era sebelum kemerdekaan yaitu era milenial tidak lagi berjuang secara fisik untuk melepaskan diri dari Penjajahan Belanda. Namun tantangannya adalah menjaga keutuhan NKRI yang mulai menjadi sebuah ancaman jika kita sebagai warga negara Indonesia tidak saling menjaga.

Berbagai isu yaitu hoax, ujaran kebencian, SARA terutama menjelang konstetasi pemilu ini isu-isu tersebut banyak berseliweran di sosial media sehingga jika terus dibiarkan seperti itu akan terciptanya perpecahan antar bangsa.

Bagaimana kita memaknainya? Dalam nilai kepahlawanan dikutip dari (Hook, 1999; Kartono, 2010; Hasan, 2008, dalam Suryana, 2012) terdapat nilai yang terkandung yaitu:

1. Rela Berkorban

Dalam setiap tindak kepahlawanan terdapat kesediaan berkorban. Kesediaan berkorban adalah dasar kepahlawanan yang harus dikembangkan dalam pendidikan sejarah. kesediaan berkorban adalah suatu kualitas manusia yang harus dimiliki setiap orang untuk menjadi pahlawan. Peristiwa-peristiwa sejarah dapat memberikan pelajaran yang berarti dalam pengorbanan dan tindakan kepahlawanan tersebut.

2.Kepemimpinan

AYO BACA : Agar Inggit Ganarsih Jadi Pahlawan Nasional Mencuat Lagi

Kepemimpinan merupakan salah satu atribut nilai dan sikap kepahlawanan. Seorang pahlawan senantiasa berinisiatif melakukan perubahan serta mampu mengajak dan memimpin komunitas atau bangsanya untuk melakukan perubahan menuju masa depan yang lebih baik. sikap tersebut muncul bukan saja statusnya sebagai penguasa, raja atau pemimpin formal lainnya, namun juga muncul dari orang-orang di luar status itu yang memiliki jiwa kepemimpinan.

3. Tanggung Jawab

Pahlawan adalah orang-orang yang terpanggil jiwa dan tindakannya untuk memikul tanggung jawab dari upaya-upaya menuju kehidupan yang lebih baik dalam masyarakatnya. Perwujudan dari rasa tanggung jawab itulah yang sering membuat pahlawan masuk dalam penderitaan yang menjadi resiko perjuangannya.

4. Keberanian

Sikap keberanian ini dalam bagain dari nilai kepahlawanan karena seorang pahlawan secara berani mengambil keputusan untuk menentukan sikap dan respon terhadap sesuatu tantangan/masalah. Nilai-nilai keberanian tersebut tentunya dengan kesadaran akan resiko yang akan dihadapi sebagai dampak dari sikapnya tersebut. namun dengan nilai keberanian, seorang pahlawan tetap teguh membela prinsip yang ia tersebut.

Berdasarkan dari keempat nilai diatas dapat menjadi modal bagi kita untuk memaknai Nilai Kepahlawanan di era milenial.

Karena untuk menghadapi tantangan di era milenial ini kita perlu belajar mengenai perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita sebagai referensi untuk menjaga warisan yang telah didapatkannya dengan susah payah.

Maka salah satu bentuk nyata dalam memaknai hari pahlawan ini adalah untuk tidak saling menyebarkan berita bohong (hoax), melakukan ujaran kebencian dan menyebarkan hal-hal yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Mohamad Ully Purwasatria, M.Pd

AYO BACA : Ayo Pahlawan: Kayamata, Pejuang Visual Pembuka Cakrawala (Bag. 1)

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar