Yamaha NMax

Menikmati Keindahan Alam di Situ Cisanti

  Kamis, 08 November 2018   Adi Ginanjar Maulana
Situ Cisanti.(Ramdhani)

Pemandangan alam yang indah ini, begitu memanjakan pandangan yang memberikan kesegaran. Begitu tiba kita langsung disuguhi dengan pohon-pohon tinggi yang berbaris di depan pintu masuk Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Situ Cisanti yang merupakan titik nol kilometer Sungai Citarum kini menjadi tempat wisata yang dapat dinikmati keindahannya oleh masyarakat yang berkunjung ke sana. Selain pemandangan alam yang indah, di sana kita bisa bersantai di pinggir danau dengan menghirup udara yang sejuk khas pegunungan. 

Situ Cisanti ini, menampung air dari tujuh mata air utama Sungai Citarum yakni mata air Cisanti, Cikahuripan, Cikoleberes, Cihaniwung, Cisadane, Cikawedukan, dan Pangsiraman; dengan debit mata air mencapai 200 - 400/ liter per detik.

Bagi warga Bandung, Situ Cisanti dijadikan sebagai salah satu tempat wisata favorit untuk liburan bersama keluarga. Selain bersama keluarga, kita juga bisa berwisata ke sana bersama teman, sahabat, dan bahkan bersama pasangan untuk mendapatkan nuansa yang romantis.

Dengan tempat yang memiliki luas kurang lebih sekitar 5 hektare dan berada di lahan seluas 10 hektare di kawasan perhutani, kaki Gunung Wayang, kini semakin berwarna dengan adanya tulisan menarik yang memfasilitasi para pemburu selfie.

Seperti tulisan besar 0 kilometer Citarum yang warna-warni. Selain itu, di Situ Cisanti terdapat Dermaga Cakti Buddhi Bakti, dermaga cinta dengan tulisan 'i love you', dan sebuah perahu yang bertuliskan 'bahtera cinta'.

Jangan khawatir dengan harga tiket masuknya, karena hanya dengan Rp10.000 termasuk biaya parkir, kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam Situ Cisanti. 

Tidak hanya menikmati pemandangannya saja, di sana kita juga bisa sambil belajar sejarah yang konon katanya, bahwa kawasan Situ Cisanti merupakan tempat petilasan Sembah Dalem Dipati Ukur yang merupakan tokoh sejarah Sunda yang di percaya oleh para peziarah yang datang ke sana.

Pebi Maemuna
Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar