Yamaha NMax

Mengembalikan Kearifan Lokal pada Apartemen ala Seniman DDS

  Senin, 05 November 2018   Fathia Uqimul Haq
Pameran hasil karya Dendy Darman Studio (DDS) untuk furnitur apartemen Tamansari Kencana di Jalan Jakarta. (ayobandung.com/Fathia Uqimul Haq)

AYO BACA : Ini 6 Tulisan Terpopuler Ayo Netizen Edisi Oktober 2018

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Kayu-kayu berwarna cokelat muda dililit oleh tali yang menjadikannya kursi. Beberapa sentuhan garis-garis memanjang menjadi sebuah dudukan kursi yang empuk. Terlihat suasana hangat dari sentuhan bangku dan meja yang disuguhkan dalam pameran pembukaan apartemen Tamansari Kencana. 

Furnitur yang bergaya Skandinavian ini berjejer rapi di ruangan pameran, dihiasi tanaman hijau, dan alat makan berwarna pastel dari keramik.

Seniman Dendy Darman ingin mendobrak gaya apartemen yang terkesan eksklusif menjadi terbuka. Kehidupan orang timur yang mengedepankan sosialisasi sejatinya harus tetap ada meski pada hunian apartemen. 

"Kalau hidup di apartemen kita enggak tahu siapa yang tinggal di depan kita. Inginnya orang hidup meski kultur modern, tetap konvensional. Istilahnya barudak lah, semua saudara. Konsepnya ingin mengembalikan kearifan lokal tapi style modern," kata Dendy beberapa waktu lalu.

Inspirasi furnitur didapatkan dari negara maju seperti Tokyo atau Copenhagen. Gagasannya ingin mengembalikan budaya lama ketimuran supaya antartetangga bisa saling mengetahui meski berada di hunian tinggi bak apartemen.

"Pagi-pagi keluar, ketemu tetangga, kalau ada yang sakit tahu. Privasi tetap ada sama halnya rumah di hunian landed, pakai gorden kan. Di apartemen juga ada jendela, di depannya ada kursi duduk nonpermanen mengatur pada regulasi apartemen di lorong untuk kondisi darurat," jelas Desainer Grafis itu.

Dendy juga mengedepankan karya lokal. Furnitur karya DDS itu diambil dari kayu, rotan, dan semua bahan bau lokal. Dia menegaskan tak ada bahan baku impor. Kursi dan meja pun dibuat oleh Craftman dari Cirebon.

Proyek pertamanya dengan korporasi besar PT Wika Realty menjadi dorongan besar untuk mengubah nuansa eksklusivitas apartemen menjadi ketimuran. Dengan gaya kekinian, DDS mendesain 30 unit untuk tetap menjaga kearifan lokal.

Dalam satu unit, ada beberapa tipe yang akan didesain oleh tim DDS. Seperti tipe studio, tipe satu kamar atau dua kamar. Selagi ada kesempatan mengubah konsep satu lantai itu, dia akan memberikan nuansa kaca pada pintu supaya penghuni berada di sebuah gang. 

"Mumpung diberi keleluasaan jadi breakthrough, kenapa apartemen enggak terbuka. Supaya orang bisa peduli dan sosialisasi sama tetangganya. Ada kesempatan mengubah mindset, hidup boleh modern, kultur tetap kearifan lokal," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar