Yamaha NMax

Ayo Inovatif: Mahasiswa Unpad Bikin Aplikasi Pengingat Minum Obat

  Minggu, 04 November 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Mahasiswa Unpad Pencipta Aplikasi Pengingat Minum Obat

COBLONGAYOBANDUNG.COM -- Kesadaran masyarakat untuk mematuhi pengobatan yang harus dilakukan saat ini masih tergolong tendah. Alhasil, dari rendahnya kesadaran mematuhi anjuran pengobatan ini muncul ketidaktahuan pasien tentang penggunaan obat yang tepat, petunjuk obat yang kompleks, dan akses terhadap obat-obatan.

Perwakilan Developer aplikasi Apoteker Care atau Apt.Care, Ilham Septiandi menyatakan inovasi sistem keteraturan meminum obat ini pun muncul dari permasalahan tersebut. Mahasiswa yang sedang menempuh Program Pendidikan Profesi Apoteker Unpad itu menyebut, Apt.Care pun memiliki tujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat/pasien dalam menjalankan pengobatan yang berdampak pada peningkatan keberhasilan terapi itu sendiri.

Memiliki tagline "A place to care you more", Apt.Care ini tersedia untuk apoteker dan masyarakat yang bergantung dari tujuan penggunaannya. Bahkan berbagai jenis fitur sedang disiapkan dalam aplikasi ini.

"Serupa dengan sistem Grab atau Gojek, aplikasi akan ini terkoneksi antara pasien dan apotekernya. Fungsi utamanya untuk reminder minum obat. Misal kalau pasien punya anjuran minum obatnya banyak, sekitar 5/8 obat. Kemungkinan lupanya itu besar kan? Nah, kita ambil inti idenya dari masalah itu," ungkap Ilham kepada ayobandung.com, Minggu (4/11/2018).

Sementara itu, Ilham mengaku meskipun aplikasi serupanya sudah ada, sistem aplikasi Apt.Care ini terintegrasi dengan full sistem.  Artinya terintegrasi dengan sistem reminder dari aplikasi pasien maupun dengan aplikasi sang apoteker.

Semisal, di fitur layanan 'Your Therapy', bakal menggunakan layanan untuk monitoring pengguna obat dengan apoteker. 'Find Pharmacy' untuk mencari apoteker terdekat di mana pun kita berada.

'Drug Information' untuk mengetahui atau mencari informasi mengenai jenis obat. 'How to use' untuk mengetahui cara pengguna obat yang baik dan benar dengan jenis obat tertentu. Hingga 'Be Healthy' untuk mengetahui tips kesehatan lainnya agar tetap hidup sehat.

"Sehingga jika orang yang minum obat sudah apply ke apotekernya bisa diingatkan lewat dua sistem terintegrasi tadi. Pertama dari apotekernya, kedua dari sistem yang pasien punya," lanjutnya.

Ilham juga bercerita ide inovasi tersebut berawal dari hambatan terhadap kepatuhan pasien meminum obat yang terjadi dalam satu rangkaian. Baik antara sistem layanan kesehatan, pasien, dan penyedia layanan kesehatan.

Sistem layanan masyarakat pun terkadang tidak membantu pasien dalam pengadaan obat sehingga pasien terkadang tak acuh terhadap penyakit yang dideritanya. Alhasil, pasien pun tidak mau tahu dan mencari tahu soal penyakit yang dideritanya. 

Apalagi saat pasien pergi ke dokter, ia tidak mengerti mengenai penyakitnya dan manfaat apa yang akan dirasakan apabila ia mengikuti anjuran dokter, termasuk meminum obat. 

"Padahal imbas ketidakpatuhan minum obat ini bahaya kalau tidak teratur. Termasuk efek terapi pengobatannya yang semakim lama. Bahkan kalau tidak teratur, pengobatan harus dilakukan dari awal dan tentu biaya berobatnya juga jadi double," lanjutnya.

Meski baru dirintis dari dua bulan lalu, aplikasi ini sudah terbentuk dalam rancangan prototipe aplikasi yang terus disempurnakan. Oleh karena itu setelah resmi dirilis, pihaknya berharap pengetahuan masyarakat terhadap ketaatan minum obat dan profesi apoteker lebih jauh.

Bahkan, jika berhasil disilis, Apt.Care kata Ilham juga bakal menyediakan fitur daily login bonus dan gamification untuk memperoleh poin yang dapat ditukar dengan potongan harga obat yang dapat diperoleh di apotek yang telah bekerja sama dengan Apt.Care.

Bukan hanya itu, sistem e-money payment yang dikenal dengan PharmCash juga bakal tersedia untuk membantu masyarakat membeli obat tanpa harus menggunakan uang cash. Setiap pengguna PharmCash akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan random draw point yang diperoleh melalui gamification. 

"Intinya kita ingin masyarakat lebih peduli. Apoteker tidak hanya jualan obat, tapi kita juga memperhatikan kesehatan masyarakat. Sebab semua orang pasti ingin hidup yang lebih sehat dan lebih sejahtera ke depannya," pungkas Ilham.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar